Banyak Perusahaan Langgar Aturan

 325 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

*Pemkab Mura Bentuk Tim Terpadu

MUSI RAWAS , KS-Disinyalir, banyak perusahaan terutama perusahaan perkebunan dan pertambangan di Kabupaten Musi Rawas (Mura), yang melanggar aturan mulai dari perizinan, analisis dampak lingkungan (amdal) hingga peraturan lainnya.

Karenanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Mura, HA Martin, akan membentuk tim terpadu lintas instansi. Tim ini jelas Martin, akan bekerja mendata bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan sejumlah perusahaan di Mura.

“Tim ini nantinya, berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di lingkungan Pemkab Mura ditambah dengan pihak kepolisian dan kejaksaan,” kata Martin ketika dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (18/12).

Tim tersebut sambungnya, tidak hanya akan mendata perusahaan-perusahaan mana saja yang melanggar aturan. Tetapi tim tersebut, juga yang akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang nakal tersebut.

Menurutnya, ada bermacam pelanggaran yang dilakukan sejumlah perusahaan di Mura. Misalnya, untuk perusahaan perkebunan ada yang menanam pohon sawit mereka hingga di sempadan sungai.  “Padahal menurut aturan untuk sungai besar, 100 meter dari bibir sungai harus dibebaskan tanaman sawit. Sedangkan untuk sungai kecil, berjarak 50 meter,” bebernya.

Selain itu, ada juga perusahaan yang operasionalnya melanggar Hak Guna Usaha (HGU). Sedangkan untuk perusahaan pertambangan, pelanggaran yang dilakukan sebutnya menyangkut ke persoalan izin, Amdal dan lainnya.  Namun kata Martin, pembentukan tim terpadu mesti menunggu SK BupatiMura.

“Tim tersebut, nantinya bisa memberikan sanksi kepada perusahaan yang melanggar aturan tersebut.   Bentuk sanksi nya, tergantung dengan bentuk pelanggaran. Namun sanksi itu, akan diberikan langsung agar pihak perusahaan mematuhi aturan yang berlaku,” ucapnya.

“Misalnya, pelanggaran penanaman pohon sawit di sempadan sungai. Jika itu ditemukan, maka perusahaan tersebut harus membebaskannya. Artinya tanaman sawit tersebut tidak lagi dipanen, kemudian akan diselingi tanaman kayu lainnya,” tukasnya.

TEKS              : FAISOL

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster