Malam Tahun Baru, Petasan dan Kembang Api Dilarang

 738 total views,  2 views today

Kemeriahan pesta kembang api ketika awal tahun 2013 lalu di Bentang kuto Besak, Palembang. Foto ; Bagus Park

Kemeriahan pesta kembang api ketika awal tahun 2013 lalu di Bentang kuto Besak, Palembang. Foto ; Bagus Park

*Saat Malam Tahun Baru

PALEMBANG, KS-Malam pergantian tahun, selalu identik dengan pesta kembang api dan petasan. Dua benda itu, seakan menjadi hal wajib saat detik-detik pergantian tahun. Namun tahun ini, petasan dan kembang api akan dilarang.

Alasannya bunyi ledakan petasan dan kembang api, mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat. “Untuk kembang api, ada yang tetap diperbolehkan. Namun harus sesuai standar. Jika kembang api yang besar dan membahayakan, tetap tidak diperbolehkan,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang, Tatang DK Direja ketika dibincangi, Selasa (17/12).

“Jangan meyalahi aturan saja, kalau masih normal-normal. Tetap boleh asalkan tidak membahayakan diri maupun orang lain, artinya, tidak dilakukan untuk tembakan sebab hal tersebut membahayakan orang lain,” sambungnya.

Untuk mengantisipasi maraknya petasan dan kembang api yang membahayakan, saat malam pergantian tahun nanti maka Sat Pol PP sebut Tatang, akan menggelar razia. Razia tersebut jelas Tatang, akan dilakukan selama 12 hari terhadap pedagang petasan dan kembang api di metropolis.  “Penertiban ini, kami lakukan bukan hanya pada perayaan hari besar saja tetapi juga setiap hari dilakukan apalagi menjelang tahun baru,” ucapnya.

Tak hanya petasan dan kembang api yang menjadi sasaran razia, peredaran minuman keras (miras) di tempat-tempat hiburan malam dan pedagang eceran di sejumlah titik juga menjadi sasaran.

“Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, perayaan tahun baru biasa digunakan untuk mabuk-mabukan untuk meluapkan rasa gembira menyambut tahun baru. Hal tersebut jangan sampai terjadi lagi,” tegasnya.

Sementara untuk pengamanan saat malam tahun baru menurut Tatang, Sat Pol PP akan menerjunkan 30 personil yang akan dibagi dalam empat tim. Empat tim ini disebar di Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Kecamatan SU II, Ilir Timur (IT) I dan kawasan Ilir Barat (IB).  “Jadi setiap titik nanti, ada sekitar tujuh sampai delapan personil yang kita bagi dalam dua shif,” ujarnya.

Tatang menghimbau, masyarakat tidak euforia secara berlebihan dengan menggunakan petasan menjelang akhir tahun karena hal tersebut dianggap berbahaya. “Lakukan yang normal-normal saja, jangan sampai berlebihan,”tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster