Kejari Geledah PY Ayik Lematang

 259 total views,  2 views today

Penyidik Kejaksaan tengah menggeledah gudang milik PT Ayek Lematang,

Penyidik Kejaksaan tengah menggeledah gudang milik PT Ayek Lematang,

*Terkait Kelangkaan Pupuk

*Sita 2 Dus Dokumen, 1 Unit CPU, 1 Mobil

PAGARALAM KS-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota  Pagaralam menggeledah gudang pupuk milik PT Ayik Lematang di Jalan Trip Yunus Pagaralam. Pengeledahan dilakukan oleh tim khusus yang dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus Hafid Suhandi SH didampingi Kepala Seksi Intel Syahril Siregar SH. Penggeledahan tersebut dilakukan terkait dugaan penyimpangan penjualan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan petani di Kota Pagaralam, Selasa (17/12) pukul 14.00 WIB.

Proses penggeledahan berlangsung sempat mengagetkan sejumlah pihak termasuk pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Sementara kondisi gudang saat itu sedang dijaga oleh tiga orang staf, sedangkan pimpinannya sedang tidak berada di tempat.

Gerak cepat pihak kejaksaan yang menggunakan rompi bertuliskan Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam mengumpulkan seluruh berkas yang ada di dalam gudang tersebut. Berdasarkan hasil pengeledahan, ada beberapa dokumen yang diduga terkait transaksi penjualan pupuk dikumpulkan dalam dua kardus, termasuk pula sejumlahberkas yang dapat memperkuat bukti penyalahgunaan. Kemudian penyidik langsung melakukan penyegelan sejurus penggeledahan toko pupuk milik salah satu distributor (Petrokimia Gresik) yakni UD Ayek Lematang berlokasi di Simpang Tiga Ali Topan, Jalan Trip Yunus, Kecamatan Pagaralam Utara.

Pantauan di lapangan, penggeledahan yang dilakukan penyidik yang beranggotakan sekitar 7 personil dari Kejari Kota Pagaralam dipimpin langsung Kasi Pidsus Hafit Suhandi MH didampingi Kasi Intel Syahril Siregar SH. Sejumlah barang bukti dokumen diduga permintaan pupuk disita penyidik yang diamankan dari laci toko. Tidak hanya itu, anggota penyidik ini juga memeriksa dokumen lain yang tersimpan dalam komputer di toko pupuk UD Ayek Lematang untuk mendapatkan tambahan bukti kuat mendalami kasus dugaan penyimpangan distribusi pupuk subsidi di Kota Pagaralam.

Sementara Direktur UD Ayek Lematang, Ruspandi, saat Toko miliknya digeledah tidak berada ada ditempat. Sementara penjaga toko bernama Indra terlihat bersikap kooperatif, namun tidak bisa berbuat banyak saat dilakukan penggeledahan dan sejumlah barang bukti yang diamankan penyidik.

Menurut Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam, Hafid Suhandi SH mengatakan, kecurigaan dugaan kecurangan distribusi ini setelah beberapa waktu lalu dilakukan pemantauan adanya kelangkaan pupuk subsidi di lapangan. Berawal dari itu, setelah di crosscek ke lapangan, pihaknya mendapatkan berbagai kejanggalan mengenai penyaluran pupuk kepada petani tersebut.

Ia mengatakan, temuan kuat terbukti setelah adanya jumlah permintaan petani melalui kelompok tani dilebihkan dari jumlah kebutuhan. Namun penyaluran pupuk tersebut tidak jelas kemana.

“Penggeledahan hari ini (kemarin-red) untuk mendalami kasus kecurangan distribusi pupuk. Kita mengamankan dua dus berisikan dokumen, termasuk satu unit CPU computer untuk kita periksa dan pengembangan lebih lanjut,” kata Hafid seraya Berujar  kita juga menyita satu unit truk boks bernopol BG 8270 AO yang diduga kuat untuk melancarkan kecurangan pendistribusian pupuk subsidi yang terparkir di depan toko.

Lanjutnya, belum lama ini pihak Kejari Kota Pagaralam telah memerika sedikitnya 10 pengecer termasuk distributornya,  yakni UD Ayek Lematang (pupuk gresik), PT Pertani, Pamola dan KSU (Urea). Dari hasil temuan sementara, data permintaan di 2012 lalu yang didalami dari dua pengecer saja, sedikitnya ada selisih sekitar 500 ton lebih pupuk subsidi (pengecer dari distributor UD Ayek Lematang) untuk distribusi pada 2012 silam.

Meski begitu, Toko Amanto pada  2010 silam sudah tutup, tapi nama pengecer tersebut dipakai  oleh distributor PT Ayek Lematang dengan perician sekitar 32 ton za 64 ton Phonska, 24 ton pupuk SP36. Sedangkan di pengecer Sahabat Tani asal selisih pupuk ZA sebanyak 92 ton, SP 36 sebanyak 84,6 ton, pupuk Phonska sebanyak 137 ton, pupuk Petro Organik 80 ton.

“Kendati demikian, jumlah ini baru dari dua pengecer saja. Sedangkan jumlah pengecer yang ada saat ini cukup banyak tersebar di lima kecamatan. Temuan kecurangan adanya selisih permohonan dari permintaan petani, sangat jelas menjadi pertanyaan kemana sisanya didistribusikan,” ungkap Hafid.

Lebih jauh mengatkan, terkait penyidikan kasus ini pihaknya juga telah mengarah kepada dua orang tersangka. Namun, pihaknya masih enggan menyebut si saja yang akan ditetapkan. Begitu pula bila adanya indikasi keterlibatan dari pihak penyuluh (PPL), tidak menutup kemungkinan dapat menyeret tersangka lainnya di dinas.

“Memang, hingga kini pihak penyuluh pertanian belum ada yang kita periksa. Namun pejabat dinas yang bertugas melakukan pengawasan distibusi pupuk ini sudah kita mintai keterangan guna pengembangan indikasi kecurangan distribusi pupuk subsidi di Pagaralam,” tambahnya.

Menurut Hafid, saat ini pengusutan kasus penyelewengan pupuk bersubsidi sudah masuk ke tingkat penyelidikan (Dik), karena ada beberapa saksi sudah dilakukan pemeriksaan seperti distributor dan dua perusahaan yang diberikan wewenang untuk menyuplai yaitu PT Ayik Lematang dan sebuah perusahaan lain yaitu PT Petani.

“Kedua perusahaan ini menjadi mitra pemerintah dalam menyulurkan pupuk bersubsidi kepada distributir di Kota Pagaralam,” katanya seraya menambahkan terungkapnya kasus ini setelah cukup banyak petani mengeluh tidak dapat jatah pupuk dan sering terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi.

Ia menambahkan, adanya kengkan pupuk bersubsidi diduga ada permainan antara pihak penyuplai dan dengan distributor.  Sehingga dibuat aturan sedemikian rupa agar petani sulit membeli dan  di sisi lain kesepatan ini digunakan distributor untuk menjual pupuk kepada pihak lain termasuk perusahaan tertentu.

“Kalau pengecer tidak bisa disalahkan, karena mereka langsung menerima dari distributor untuk disalurkan kepada petani. Sementara petani sendiri sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk mengingat kebutuhan yang ada bisa mencapai 1.000 ton lebih. Sedangkan hanya beberapa persen saja bisa disalurkan kepada petani dan sisanya justru dijual kepada pihak tertentu diluar prosedur pendistribusiaan,”  ujarnya seraya mengatakan demikian pula bisa jadi ada permainan antara distributor dan dinas terkait untuk membatasi penyuplaian termasuk melakukan penggelembungan atau mark up jumlah permintaan sehingga terjadi selisih antara permintaan petani dengan barang yang didatangkan.

Sementara itu, Kejari Kota Pagaralam Ranu Indra SH mengatakan, saat ini baru satu distributor yang digeledah, tetapi tidak menutup kemungkinan distributor lain akan menyusul kemudian. “Saat ini kita bidik satu distributor ini dulu sambil mengembangkan kemungkinan membidik distributor lainnya,” singkatnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Jumaldi Jani SP mengatakan, memang semua sudah dipanggil untuk diperiksa pihak Kejari Kota Pagaralam seperti Distributor, dan pejabat penanggungjawan penyuplaian pupuk.

“Memang, kita sudah dipanggil untuk diperiksa terkait adanya penyimpangan ini yang diduga kuat dilakukan distributor. Namun pastinya, tidak ada sangkutan dengan Dinas Pertanian dan Holtikultura,” jelasnya seraya berujar bila ada penyelewengan dilapangan, semua itu merupakan  tanggungjawab Distributor untuk menyalurkan pupuk, sementara pihaknya hanya mangawasi saja.

 

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster