Jalan Gunung Dempo ‘Sarang’ Limbah

 261 total views,  2 views today

tampak sampah keluarga menumpuk hingga ke badan jalan.

tampak sampah keluarga menumpuk hingga ke badan jalan.

PAGARALAM KS-Limbah rumah tangga seringkali menjadi persoalan serius, bila  kesadaran akan lingkungan hidup sehat diabaikan. Sementara pesatnya pembangunan pemukiman penduduk di ulu sungai kian bertambah.

Sebab itu diminta kepada instansi terkait agar segera turun ke lapangan guna mengawasi dan memperhatikan tumpukan limbah rumah tangga yang kerap berceceran hingga ke badan jalan. Seperti banyaknya tumpukan sampah plastik, kertas kayu dan dedaunan berceceran setiap kali usai turun hujan disepanjang jalan Gunung Dempo, Kelurahan Sukerejo, Kecamatan Pagaralam Utara, Selasa (17/12).

Yandi (48) warga setempat  mengatakan, banyaknya tumpukan sampah yang bercecer hingga kebadan jalan kerap menjadikan ruas jalan semakin kotor dan berbauh. Tak heran,  bila turun hujan seringkali tumpukan sampah plastik dari rumah tangga mengapung akibat kurang baiknya sistem dreinase kota membuat jalanan tidak nyaman dan kotor.

“Tumpukan sampah terparah   selalu terjadi ketika hujan deras dan menyumbat aliran air, sehingga lama kelamaan volume sampah bertambah dan aliran air sempat mengenangi badan jalan,” ungkapnya.

Lanjutnya, kepada pemerintah setempat agar dapat memperhatikan hal itu dengan segera mungkin mengatasi volume sampah yang semakin lama semakin bertambah serta memperhatikan jaringan dreinase kota  yang ada dinilai belum begitu optimal.

“Kota Pagaralam sekarang ini telah tiga kali mendapatkan Piala Adipura, sudah selayaknya untuk melakukan penataan jaringan dreinasi kota yang ada demi kepentingan bersama,” harapnya.

Senada dituturkan Andri, warga Talang Jawa, Kelurahan Sidorejo. Ia mengatakan, tiap hujan turun tumpukan sampah berasal dari ulu sungai terus bertambah akibat maraknya warga mendirikan bangunan disejumlah kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Ditambah lagi jaringan dreinase banyak mengalami kerusakan cukup parah, karena bangunan yang ada dinilai sudah tidak layak lagi.

“Masalah sampah memang sulit dihindari, sebelum pemerintrah setempat benar-benar menerapkan sanksi tegas bagi warga yang membuang sampah sembarangan kedalam sungai termasuk larangan  mendirikan bangunann di kawasan DAS,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pemakaman Kota Pagaralam, Saiful Amri SH mengatakan, banyak petugas kebersihan yang diturunkan untuk membersihkan dan  mengangkut limbah rumah tangga di daerah tersebut.

“Memang tumpukan sampah di sepanjang Jalan Gunung Dempo kerap kali memenuhi badan jalan akibat tersumbatnya aliran air pada dreinase hingga membuat volume sampah bertambah,” jelasnya.

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya tengah berusaha semaksimal mungkin demi menjaga kebersihan pada lingkungan setempat,  sekaligus akan melakukan sosialisasi serta memberikan himbauan kepada  warga  agar dapat membangun saluran limbah khusus dan tidak membuang sampah di dalam sungai,” singkatnya.

 

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster