Pengelolaan Aset Selalu Bermasalah

 279 total views,  2 views today

Gedung PSCC Salah Satu Aset Sumsel

Gedung PSCC Salah Satu Aset Sumsel

PALEMBANG, KS -Sejumlah aset milik Sumsel, kini sudah banyak berpindah tangan status kepemilikan dan pengelolaanya. Eks Taman Ria Sriwijaya misalnya, sudah menjadi kompleks pusat perbelanjaan Palembang Squere (PS).

Kemudian  GOR Sriwijaya menjadi Palembang Sport and Convention Center (PSCC), taman parkir Bumi Sriwijaya menjadi RS Siloam dan undermall, serta kawasan kolam renang Lumban Tirta yang bakal masuk menjadi bagian kompleks sekolah Harapan.

Kondisi ini, sangat disayangkan anggota DPRD Sumsel, Arwani Deni. Ia menyayangkan banyaknya aset yang berpindah tangan tersebut. “Harusnya kita belajar dari Bali, disana bukan aset yang dilepas, justru Pemprov Bali menambah aset milik mereka dengan cara membeli tanah milik adat dan masyarakat. Di kita, justru jumlah aset yang terus berkurang,”kata politisi Partai Gerindra ini ketika dibincangi beberapa waktu lalu.

Pengelolaan aset milik pemprov sendiri, selalu menjadi masalah setiap tahunnya. Pempov Sumsel, tidak kunjung mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK RI. WTP sendiri, adalah predikat terbaik dalam pengelolaan keuangan setiap pemerintah daerah yang diberikan BPK.

“Itu karena banyak aset milik provinsi yang tidak terkelola dengan baik. Bahkan ada yang berpindah tangan.  Saat kita mau mengangkat status hak milik aset Pemprov Sumsel, ternyata persoalan bukti-bukti kepemilikan masih menjadi kendala, SKPD yang kita minta mengumpulkan sertifikat hak milik nyaris bisa dihitung jari yang bisa menunjukkannya (kepemilikan),” jelas Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Yuswar Hidayatullah.

Tidak hanya tanah, aset milik pemprov seperti sepeda motor, mobil, handycam dan barang lainnya hilang akibat kelalaian pegawai yang diberikan kepercayaan untuk mengelolanya. Di 2010 lalu, Sekda Sumsel, Musyrif Suwardi sempat kesal dengan aset yang dipegang pegawai hilang. Saat itu Musyrif menyebut, ada 26 aset milik pemprov hilang.

Aset-aset yang hilang tersebut dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo), Biro Perlengkapan dan Umum, Badan Perpustakaan Daerah, Dinas Perkebunan, Badan Kesbangpol-Linmas, Sekretariat DPRD Sumsel, Dinas Kehutanan, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan dan lainnya.

Di Agustus 2012, giliran Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin yang berang. Ia kecewa mendapatkan laporan ada beberapa aset olahraga yang hilang di Stadion Bumi Sriwijaya, Kampus, Palembang. “Saya terkejut ada laporan peralatan olahraga hilang. Setelah dicek, memang benar,” sebut Alex, Selasa (14/12/2012) lalu.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster