Juanda : Adik Saya Sengaja Ditembak Polisi

 183 total views,  6 views today

senjata-api

PALEMBANG, KS –Tidak terima seorang anggota keluarganya tewas dengan cara tidak wajar, Juanda (30), warga Desa Pedamaran, Kabupaten Ogan Komring Ilir (OKI), mendatang Sentral Pelayanan Kepolsian Terpadu (SPKT) Mapolda Sumsel, Senin (16/12).

Kedatangan tersebut untuk melaporkan anggota Polres OKI yang diduga sengaja menembak mati salah satu anggota keluarganya.

Juanda, saat berada  di SPKT Polda Sumsel, mengatakan, adik kandungnya yang bernama Muksin (29), tewas dianiaya dan ditembak anggota polisi dari Polres OKI.

“Saya tidak terima adik saya diperlakukan semena-mena dan ditembak mati,” tuturnya.

Lanjut Juanda, pada saat kejadian, Rabu (11/12) adiknya dijemput polisi sekitar pukul 04.30 WIB, saat sedang berada dirumah. Dengan alasan menuduh Muksin terlibat aksi pencurian, Muksin dibawa ke Mapolresta OKI, Tetapi ke esok harinya pihak keluarga dikabarkan oleh polisi, kalau Muksin sudah meninggal dunia.

“Kami pihak keluarga kaget saat jenazah Muksin diantar ke rumah sudah terbujur kaku, padahal waktu dijemput polisi Muksin dalam keadaan sehat,” jelas Juanda, dengan nada kesal.

Kondisi Jasad Muksin sendiri saat tiba di rumah dalam keadaan sangat menggenaskan, dengan empat luka tembak dikaki, memar disekujur tubuh dan ditemukan luka bakar bekas disetrum di bagian perut kanan korban.

Muksin sendiri tewas dengan meninggalkan dua orang istri dan tiga orang anak.

Yani (20), istri Kedua Muksin mengatakan dirinya sempat berkata kepada polisi agar tidak menganiaya suaminya.

“Saya bilang kepada polisi supaya tidak memukulnya (Korban_red), tetapi seorang anggota polisi sempat mengatakan, tunggu saja nanti suami mu dikuburan,” tutur Yani, yang kini sedang hamil muda ini.

Terpisah, Kepala Bidang Profesi Polisi dan Etika (Kabid Propam) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi, Didiek, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut.

“Karena berkas pengaduan masih ada kekurangan, kita sudah menyuruh pihak pelapor untuk melengkapi berkas yang belum lengkap,” ungkap Didik.

Lanjut Didiek, setelah berkas sudah lengkap, pihak Propam akan melakukan pemeriksaan dan apabila terbukti menyalah gunakan propesi, pihaknya tak segan-segan menindak anggotanya yang bermasalahm.

“Kalau ditemukan pelanggaran, akan diproses sesuai hukum yang berlaku, untuk sanksi sendiri mulai-dari pemecatan dan kurungan penjara,”pungkas Didiek.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdllah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster