Harapkan Pembangunan Sekolah Negeri

 251 total views,  2 views today

BANYUASIN KS-Warga Desa Kuala Sugihan Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin terus menantikan pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN). Selama ini Warga bersekolah di sekolah dasar swasta dengan kondisi yang memprihatinkan bangunan yang tidak lebih bagus dibandingkan dengan kandang kambing.

” Sejak pemilihan Bupati Pertama Banyuasin kami terus dijanjikan tanpa realisasi, kami sudah tidak tahu lagi harus mengadu dengan siapa, padahal sekolah kami sudah tidak layak dan tidak lebih dari kandang Kambing,” ungkap Kepala Desa Kuala Sugihan M. Said  Senin (16/12)

Ia menambahkan selain buruknya bangunan sekolah, keterbatasan pengajar juga dirasakan warga yang tinggal di daerah dengan mayoritas beroperasi sebagai Nelayan tersebut. “Meskipun telah ada sekolah dasar dari Yayasan Kuala Sugihan Mandiri namun banyak sekali pengajar yang tidak masuk bahkan Kepala Sekolah hanya datang setiap pelaksanaan Ujian Nasional saja” bebernya.

Dikatakannya, sejak berdiri belasan tahun lalu sekolah itu belum pernah dilakukan rehab dan untuk melakukan perbaikan sekolah selama ini masyarakat. Selalu berswadaya. Bahkan pengajar pun terpaksa diambil dari warga yang berpendidikan SMA karena kurangnya guru.

” SDN sebenarnya telah ada desa  tetangga namun untuk menempuh ke sana, butuh waktu 1,5-2 jam perjalanan menggunakan speed boat,” jelasnya

Diterangkannya, di desanya terdapat sedikitnya 348 Kepala Keluarga (KK) dan sekitar 1800 Jiwa sehingga tentunya telah layak untuk mendapatkan sekolah dasar sendiri. Terlebih jarak dengan desa tetangga cukup jauh sementara sekitar 200 jiwa warga yang berusia sekolah

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banyuasin, Ali Mahmudi menyampaikan pihak belum pernah menerima usulan dari Dinas Pendidikan terkait pembangunan sekolah tersebut.

” Kalau ada usulan tentunya kami akan setujui, karena pendidikan sangat penting bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan pihaknya mendengar bahwa lokasi desa tersebut berada di daerah hutan lindung dan mungkin itu yang menjadi kendala pembangunan sekolah tersebut. Oleh karenanya perlu adanya ketegasan status tanah tersebut  dari komisi 1 dalam hal ini terkait tanah desa tersebut.

” Nah, kalau itu berada di hutan lindung pertanyaannya kenapa bisa dimekarkan menjadi desa,” pungkasnya.

 

TEKS : DIDING KARNADI

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster