Biaya Nikah di Sumsel Rp 1 Juta

 1,958 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

*Tarif Resmi Rp 30 Ribu

*Kemenag : P3N Tidak Boleh Pasang Tarif

PALEMBANG, KS-Mahalnya biaya pernikahan tidak hanya terjadi di provinsi lain di Indonesia, di Sumatera Selatan (Sumsel), biaya nikah pun diluar ketentuan resmi. Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 47 tahun 2004, biaya pernikahanan ditetapkan Rp 30 ribu dan dilakukan di  Kantor Urusan Agama (KUA) pada hari dan jam kerja.

Namun pada kenyataannya, setiap tahunnya rata-rata 85 ribu pasangan yang menikah di Sumsel, lebih dari 90 persen menikah di hari libur. Untuk biaya, bukan rahasia umum jika biaya untuk mengurus pernikahan tersebut lebih dari Rp 30 ribu bahkan mencapai jutaan rupiah.

Shanti (24), warga Jalan PDAM Gang Hibah II, Kelurahan Bukit Lama, Palembang mengaku untuk mengurus pernikahannya di KUA, ia mengeluarkan biaya hingga Rp 1 juta. “Itu untuk biaya bersih, sehingga kita bisa mendapatkan buku nikah. Saya sebenarnya sudah minta bantuan Ketua Rt, namun disarankan untuk mengurus langsung ke KUA,” aku wanita yang baru satu bulan melangsungkan pernikahannya ini.

Menurut Shanti, biaya nikah Rp 30 ribu tersebut hanya diatas kertas. “Mana mau petugas KUA, jika kita hanya memberikan Rp 30 untuk biaya nikah. Alasannya, mereka butuh biaya untuk mengeluarkan buku nikah, mencatatkan pernikahan, biaya transportasi dan lainnya,” ucapnya.

Hal yang sama diakui Dewi, warga Sukabangun, Palembang. Wanita yang bekerja sebagai honorer di salah satu SKPD di linkungan Pemprov Sumsel ini mengaku, ia belum sampai satu bukan melangsungkan pernikahannya.

“Sebenarnya cukup ribet, untuk mengurus pernikahan tersebut. Pertama, harus minta surat pengantar dari RT/RW dengan membawa KTP. Selanjutnya surat pengantar dari RT/RW tersebut dibawa ke kantor kelurahan dengan melampirkan pas foto, foto kopi KTP, KK dan Akta Kelahiran,” jelasnya.

Setelah itu sambungnya, kelurahan akan mengeluarkan form model  N1, N2, dan N4 dari Pegawai Pembantu Pencatat Pernikahan (P3N) setempat. Setelah menyelesaikan syarat nikah di kantor kelurahan bebernya, masih harus mendaftarkan pernikahan tersebut ke KUA.

“Di semua tahapan itu, kita harus mengeluarkan biaya. Di kelurahan misalnya, setidaknya kita harus memberikan uang Rp 100 ribu untuk mendapatkan form model  N1, N2, dan N4. Sementara di KUA, saat pendaftaran bohong jika dikatakan hanya Rp 300 ribu. Bisa lebih dari itu. Belum lagi, uang yang harus diberikan kepada P3N yang menikahkan kita. Kalau di total untuk mengurus pernikahan saja bisa sampai Rp 1 juta lebih, biaya yang harus dikeluarkan,’ ucapnya.

Namun Kepala Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Sumsel, melalui Kasubag Humas dan KUB, Syaefuddin Latief, membantah mahalnya biaya untuk mengurus pernikahan di Sumsel.

Menurutnya, hingga detik ini belum ada laporan dari masyarakat yang masuk ke Kanwil Kemenag Sumsel mengenai  mahalnya biaya untuk mengurus pernikahan di Sumsel.  “Selama ini, tidak ada masyarakat yang mempermasalahkan biaya untuk mengurus pernikahan tersebut, “ ucapnya.

“Kalau ada P3N yang mendapatkan imbalan, itu ya wallahu a’lam, itulah realita yang ada di masyarakat. Saya kira  Namun jika ada P3N yang  memasang tarif, itu tidak boleh. Jika ada yang memasang tarif, akan dikenakan sanksi termasuk pemecatan,:” tukasnya.

 

TEKS              :  IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster