Warga Ancam Demo Mapolres Banyuasin

 196 total views,  2 views today

 

*Desak Kades Karang Baru Ditangkap

BANYUASIN, KS-Masyarakat Desa Karang Baru, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, meminta Kepolisian Resort (Polres) Banyuasin, untuk menangkap oknum kepala desa (Kades) mereka dengan inisial AM.

AM jelas Supardi, telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap warganya sendiri yakni MAR. Penganiayaan itu dilakukan, hanya persoalan sepele yakni saat hajatan MAR tidak menggunakan jasa hiburan milik kades, melainkan memilih untuk mendatangkan hiburan dari luar desa.

“Karena itu, MAR dianiaya hingga babak-belur. MAR dihantam menggunakan benda tumpul. Barang bukti penganiayaan tersebut, seperti parang dan kayu balok sudah kami serahkan ke Polsek Muara Telang,” jelas Supardi, warga  Desa Karang Baru, Minggu (15/12).

“Laporan penganiayaan yang dilakukan oknum kades itu, sudah disampaikan ke Polsek Muara Telang. Namun sampai sekarang, tidak ada tindakan hukum dari polisi,”  sambung Supardi.

Warga jelas Supardi, sudah menanyakan ke Polsek Muara Telang kenapa belum ada tindak lanjut dari laporan tersebut. Dari keterangan polisi, ternyata sebut Supardi, hal itu dikarenakan polisi untuk memproses tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum kades tersebut, terganjal dengan izin dari Bupati Banyuasin.

Karenanya warga juga tegas Supardi meminta Bupati Banyuasin, Yan Anto Ferdian, tidak melindungi bawahannya yang  bertindak arogan. “Kami mendesak petugas, segera aparat berwajib menindaklanjuti laporan tersebut. Jangan sampai justru warga yang bertindak sendiri. Bupati pun, seharusnya tidak melindungi kades yang arogan,” desaknya seraya menyebut, warga akan melakukan aksi ke Mapolres Banyuasin jika laporan tersebut tidak juga ditindaklanjuti.

Sementara itu Kepolsek Muara Telang, Iptu Helmi yang dihubungi melalui handphone (HP) nya, membenarkan adanya laporan dari warga Karang Baru tersebut. “Memang ada laporan itu, warga melaporkan kades mereka telah melakukan penganiayaan,” jelasnya.

Namun Helmi membantah, jika laporan warga tersebut tidak ditindaklanjuti. “Kami masih meminta keterangan saksi, namun untuk memanggil kades tersebut kita harus meminta izin dari bupati terlebih dahulu. Secepatnya, kita akan laporkan ini ke Polres,” tegasnya.

“Tanpa ada izin dari bupati, kita tidak bisa memanggil kades tersebut. Namun jika ada perubahan peraturannya, tentu akan langsung kita tangkap pelakunya. Kita masih menunggu petunjuk dari Kapolres Banyuasin, terkait persoalan ini,” tukasnya.

 

TEKS              : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster