Satu Tahun Pengesahan Kabupaten PALI

 228 total views,  2 views today

Penampilan Wak Ujok dan kawan kawan memeriahkan satu tahun pengesahan kabupaten PALI

Penampilan Wak Ujok dan kawan kawan memeriahkan satu tahun pengesahan kabupaten PALI

“Perjuangkan Kab PALI, Jam Kerjanya 28 Jam Sehari”

PALI | KS –Perjuangan dan Pergerakan dalam menjadikan PALI sebagai Kabupaten Daerah Otonom Baru menyisakan cerita-cerita manis. Berbagai cerita itu diungkap saat perhelatan acara peringatan satu tahun detik-detik pengesahan kabupaten PALI.

Acara tersebut dihelat oleh Pendopo Media Center di Lapangan Ampera Kelurahan Talang Ubi Timur, Jum’at (13/12). Beberapa tokoh memberikan kesaksian dalam acara tersebut.

Dimulai dari Indra Setia Haris (Jurnalis), Zulyardi Sofjan SH MH (Tokoh Pergerakan), Drs H Soemarjono (mantan ketua Pansus PALI di DPRD Muara Enim), Iskandar Anwar SE (ketua dewan pelaksana harian Presidium PALI dan Edi Rahmadi (mantan anggota DPRD Muara Enim).

Indra Setia Haris, memberikan kesaksian pertama mewakili pekerja pers mengungkapkan bahwa perjuangan pemekaran Kabupaten PALI merupakan aspirasi dan kehendak seluruh masyarakat. Bukan karena kepentingan politis sebagaimana yang terjadi didaerah-daerah lain.

“Dalam masa-masa awal, pekerja pers sempat melakukan survey sampai ke pelosok desa, guna memastikan apakah gerakan ini murni dari masyarakat atau golongan tertentu saja. Hasilnya kami menyimpulkan, gerakan ini murni dari masyarakat” jelas Indra yang saat ini bekerja sebagai wartawan KabarSumatera.

Iskandar Anwar SE, mengisahkan perjuangan pemekaran Kabupaten PALI sampai melewati batas normal jam kerja. Menurut dia, butuh waktu 28 jam sehari memperjuangkan PALI.

“Kalau orang biasa 24 jam sehari, dulu kami harus menghabiskan 28 jam. Berangkat dari rumah pukul 10 malam pulangnya pukul empat pagi. Itulah kami” kata Iskandar.

Bahkan untuk sekedar melengkapi berkas-berkas administrasi, dalam seminggu dirinya sampai tiga kali bolak balik Pendopo-Jakarta. “Saya berpesan kepada Pemkab PALI, agar dalam melakukan pembangunan, pemkab dapat menjadikan PALI menjadi lebih religius,” ucapnya.

Sementara itu, Zulyardi Sofjan menyampaikan bahwa dalam mengisi pembangunan di Kabupaten PALI dibutuhkan persatuan dan kebersamaan seluruh masyarakat dalam mendukung pemerintahan yang ada.

“Kita masih banyak kekurangan, untuk itu butuh kebersamaan dan kerja keras. Mari kita dukung pemerintahan yang ada. Karena sesungguhnya perjuangan PALI itu sendiri belum selesai,” kata Zulyardi yang saat ini menjadi Direktur Perusda PALI.

Drs H Soemarjono, saat menyampaikan kesaksian mengatakan, ada tiga faktor penting yang menjadi alasan DPRD Muaraenim menyetujui usulan pemekaran kabupaten PALI. Ketiga faktor itu adalah, pertama, peningkatan pelayanan administrasi masyarakat. Jauhnya jarak menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan akses pelayanan. Faktor kedua yaitu, masyarakat PALI butuh percepatan pembangunan infrastruktur dan ketiga adalah masyarakat PALI butuh mengelola pemerintahan sendiri. “Ketiga faktor itulah yang membuat kami menyetujui usulan itu” jelas Soemarjono.

Menghadapi tahun-tahun pembangunan PALI kedepan, Soemarjono juga berpesan bahwa faktor penting yang perlu dipegang adalah Persatuan dan kebersamaan. “Perbedaan itu pasti ada, tapi karena berbedalah membuat warna menjadi indah. Untuk itu mari cari persamaan, agar perbedaan menjadi dinamika yang indah” kata Soemarjono.

Selain itu, Edi Rahmadi, mantan anggota DPRD Muaraenim yang memberikan kesaksian terakhir mengungkapkan bahwa berbagai persoalan yang ada di Kabupaten PALI akan terjawab dengan sendirinya. Seperti keresahan masyarakat terkait seringnya listrik padam. Dengan terbentuknya DOB PALI menjadi kabupaten, permasalahan itu akan terselesaikan.

“Tidak lama lagi, kita akan mengelola potensi gas yang melimpah menjadi tenaga listrik. Dengan direalisasikannya pembangkit listrik tenaga gas ini, listrik di PALI tidak akan pernah mati lagi, sedetik saja tidak akan pernah” kata Edi.

Selain penyampaian kesaksian beberapa tokoh tersebut, acara ini juga diisi dengan hiburan seni musik marawis dari MA YPI Ikhsaniah. Selain itu, tidak mau ketinggalan Fendy Kaboki yang datang secara khusus untuk membawakan lagu-lagu bertemakan PALI. Satu lagu khusus diciptakan Fendi yaitu “Pali Tersenyum”.

Selain Fendi, ditampilkan juga komedian Palembang Wak Ujok dkk yang hadir mengocok perut ribuan masyarakat yang hadir.

Puncak acara peringatan ini, ditandai dengan pesta kembang api. Serangkaian kembang api mewarnai langit kota Talang Ubi.

 

Teks : Siswanto

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster