Integrasi Anta Moda Belum Terealisasi

 416 total views,  2 views today

Trans Musi

Trans Musi

PALEMBANG, KS-Palembang, ditetapkan oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub), sebagai kota percontohan transportasi antar moda. Maksudnya, mengintegrasikan tiga transportasi yakni Transmusi, bus air dan kereta api.

Palembang menurut Menteri Perhubungan (Wamenhub), Bambang Susantono saat berada di Palembang beberapa waktu, bisa menjadi kota percontohan antar moda.  “Namun perlu beberapa pembenahan, seperti jadwal keberangkatan, penunjuk arah dan kondisi halte,” jelas Bambang beberapa waktu lalu.

Untuk mengintergrasikan tiga transporasi tersebut sebut Bambang, memang butuh waktu lama yakni pembenahan fisik, stasiun untuk transit antar moda tadi harus terpadu,  lokasinya harus tepat dan mudah dicapai warga atau calon penumpang.

Kemudian, tiket yang digunakan ketiga moda tersebut harus sama. jam keberangkatan moda harus terjadwal dengan baik sehingga para calon penumpang bisa tahu kapan transportasi tersebut tiba sehingga bisa memperkirakan kapan harus datang.

Bagaimana realisasinya?, ternyata realisasi transportasi antar moda tersebut belum juga tercapai. Walau pun saat ini, PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), perusahaan daerah milik Pemkot Palembang sudah mengoperasikan Bus Rapit Transid (BRT) Transmusi dan Bus Air.

Namun hal itu, dibantah oleh Kepala Dishub Palembang, Masripin Toyib melalui Kabid Transportasi, Jalan dan Rel, Agus Supriyanto. Menurutnya, di Palembang sudah ada beberapa titik moda integrasi. Yang terbaru jelas Agus adalah di samping Stasiun Kereta Api (KA) Kertapati, yang akan selesai dibangun .

“Pengoperasian titik moda integrasi itu, akan segera diresmikan. Dermaga disamping Stasiun Kertapati nanti, akan secepatnya selesai. Sehingga pengguna jasa, akan semakin mudah untuk beralih dari satu moda transportasi ke moda transportasi lain,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Manajer Unit Usaha Transportasi PT SP2J, Joko Santoso. Menurutnya, SP2J sudah menerapkan sistem smard card untuk pembayaran tiket di Transmusi.

Itu jelasnya, sebagai langkah awal untuk penerapan transportasi antar moda. “Kita juga akan menambah halte sebayak 175 halte lagi, dengan begitu akan ada 300 halte di Palembang. Sehingga jarak antar halte tidak terlalu jauh lagi,” ujarnya.

Rencana ini sambung Djoko, segera akan direalisasikan. Ia menargetkan tahun 2017 mendatang, jumlah halte di kota empek-empek ini bisa mencapai 475 halte. “Tahun 2017 juga kita menargetkan, ada penambahan armada Transmusi. Saat itu juga, bus kota dilarang beroperasi lagi,” ujarnya.

Sementara untuk transportasi air, SP2J bebernya sudah mengoperasikan dua unit bus air, sejak April lalu. “Bus air tersebut, baru melayani rute Benteng Kuto Besak (BKB)-Sei Lais dan rute BKB-Kertapati. Nantinya setelah Dermaga di Kertapati selesai dibangun,  maka akan terintegrasi antara Transmusi, bus air dan KA,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster