Bisnis Pembuatan Stempel Masih Cerah

 448 total views,  2 views today

Ilustrasi Stempel | Google Image

Ilustrasi Stempel | Google Image

PALEMBANG | KS-Bisnis jasa pembuatan stempel meskipun terkesan sepele namun memiliki pangsa pasar yang sangat luas. Semua instansi baik itu pemerintah maupun swasta membutuhkan stempel sebagai syarat legalitas sebuah dokumen.

Tidak heran, bisnis pembuatan stempel seperti tidak ada matinya, bahkan kian hari peminatnya semakin tinggi. Salah seorang pelaku yang membuktikan prospek cerah bisnis jasa pembuatan stempel adalah Anto, pemuda asal Cilacap yang kini berdomisili di Kota Palembang tersebut sejak lima tahun belakangan mendirikan usaha yang diberi nama Anindo Stempel.

Bisnis jasa pembuatan stempel Berlokasi di Pasar 16 Ilir Palembang, Anto yang menempati sebuah ruko permanen melayani jasa pembuatan stempel biasa (karet) maupun stempel flash. Untuk harga cukup variatif, yakni Rp. 50.000 s.d. Rp. 200.000 per stempel. “Tergantung jenisnya,” jelas Anto.

Sejak jam 09.00 pagi, Anto sudah standby di ruko sederhanannya melayani para konsumen yang berasal dari berbagai kalangan. Kemudian dirinya baru akan menutup tokonya ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.00 sore.

Saat ini lanjutnya, yang banyak diminati adalah stempel flash, yang lebih simple dalam penggunaannya karena tidak menggunakan bantalan.

Dengan banyaknya konsumen yang membutuhkan stempel, Anto mengaku bisa memperoleh omzet Rp 3 juta – Rp 4 juta per bulan. “Namun omzet sebesar itu tergantung konsumen, tapi kalau ramai biasanya kita mampu meraup untung lebih,” ujarnya.

Sementara itu Rudi yang juga memiliki jasa setempel dikawasan yang sama mengungkapkan, dengan semakin banyaknya persaingan menjadikan omzetnya semakin berkurang. Apalagi banyak jasa stempel dengan menggunakan alat yang lebih canggih dalam pembuatannya.

“Dengan semakin banyaknya jasa pembuat stempel menjadikan omzetnya menurun hingga 80 persen, yang dulunya sebelum banyak pembuatan jasa stempel dirinya mampu meraup untung dalam sehari biasa mendapatkan uang lebih kurang Rp100 ribu sampai Rp200 ribu perharinya, kalau sekarang hanya mampu mengantongi Rp50 ribu hingga Rp70 ribu,”jelasnya.

 

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster