Angkutan Batubara Dikenakan Denda

 261 total views,  2 views today

Truk Pengangkut Batubara

Truk Pengangkut Batubaratubara

*Jika Melintas di Jalan Umum

PALEMBANG, KS-Walau pun telah dilarang melintas sejak Januari lalu, namun tetap saja banyak angkutan batubara di Sumatera Selatan (Sumsel) yang membandel. Angkutan batubara ini, masih sering melintas di jalan umum terutama dari Lahat-Palembang.

Karenanya menurut Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, Musni Wijaya, akan diambil tindakan tegas kepada angkutan batubara yang membandel tersebut.

Setiap pelanggaran jelas Musni, akan dikenakan sanksi denda. Hal ini dilakukan supaya pemilik pelanggaran angkutan batubara, tidak lagi melakukan pelanggaran atau melalui jalan umum. Namun sayangnya,  Musni tidak menyebut berapa denda yang akan dikenakan.

Menurut Musni, pihaknya rutin melakukan razia terhadap angkutan batubara yang masih bandel, pihaknya pun tak menduga masih ada saja angkutan yang sering melanggar aturan yang sudah dibuat tersebut.

“Kita sudah memiliki peraturan daerah (perda), yang melarang angkutan pertambangan dan perkebunan melintas di jalan umum. Namun, kenyataannya masih ada yang melakukan pelanggaran. Karenanya, kami akan mengusulkan agar ada denda yang diterapkan, agar ada efek jera,” kata Musni, kemarin.

Ia menambahkan, adanya perda itu akan tetap diberlakukan sebagai payung hukum pihaknya dalam melakukan pengawasan melalui razia bersama dengan instansi terkait lainnya. Dilarangnya angkutan batubara melintas jalan umum sambungnya, tujuannya untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas, yang juga sering terjadi selama ini.

“Jalan khusus batubara memang sedang digarap, tetapi saat ini masih dalam perbaikan akibat mengalami kerusakan kembali akibat guyuran hujan beberapi hari terakhir. Apalagi sekarang kabarnya perusahaan yang lama, sudah dipastikan tidak melanjutkan pengerjaan jalan khusus batubara, walaupun begitu sudah ada penggantinya dari pihak perusahaan lain. Dengan rampungnya jalur khusus tersebut diharapkan angkutan hasil tambang dapat memanfaatkannya, sehingga pengguna jalan umum tidak terganggu dan menjadi lancar,” urai Musni.

Sebelumnya Gubernur Sumsel, Alex Noerdin meminta agar angkutan batubara diawasi secara ketat. Sebab, sekarang masih saja ada kendaraan tersebut yang beroperasi pada malam hari di jalan umum padahal sudah dilarang sesuai peraturan yang diberlakukan.

“Di sini bukan saja peran pemerintah yang diperlukan, tetapi seluruh pihak yang terkait dan masyarakat juga harus ikut mengawasi, angkutan yang masih bandel itu. Kerusakan jalan yang terjadi mulai dari Simpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II sampai ke Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA), kemungkinan disebabkan oleh angkutan batubara. Karenanya, akan kita tindak tegas,” ungkap Alex.

Mengenai jalan khusus yang dibangun yakni PT Servo, ia mengatakan, berdasarkan laporan pembangunannya sudah diambil alih oleh perusahaan lain. PT Servo telah menghadap dan menyatakan perbaikan jalan khusus tersebut, dengan bekerja dengan perusahaan lain.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster