Petani di Lima Kecamatan Gagal Tanam

 176 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

KAYUAGUNG|KS-Empat tahun berturut-turut masyarakat petani lima kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengalami gagal tanam. Akibat areal persawahan tergenang air.

Adapun lima kecamatan yang gagal tanam ini yaitu Kayuagung, Sirah Pulau Padang, Jejawi, Pampangan, dan Pangkalan Lampam. Diprediksi, bukan tak mungkin kecamatan lainnya seperti Lempuing Jaya dan Lempuing juga bernasib sama.

Sudrono Asnawi SSos dari Fraksi Golkar DPRD OKI,  Selasa (10/12) menjelaskan, untuk persawahan di Kota Kayuagung, Sirah Pulau Padang, Jejawi, dan Pampangan kebanyak petani membutuhkan pintu air untuk mengendalikan debit air di lahan persawahan.

“Bidang pertanian ini mengalami pertumbuhan tinggi kedua setelah  pembangunan di OKI. Jadi, ini harus jadi perhatian pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” cetusnya.

Sedang Ahmad Mahidin dari Fraki Demokrat menambahkan, terjadinya gagal tanam pada kecamatan selama empat tahun ini sangat miris karena belum ada upaya dari pemerintah yang memuaskan masyarakat. Pemkab OKI ke depan harus punya terobosan yang baik di bidang pertanian.

“OKI selama ini menjadi distributor pertanian di Sumsel, namun belakangan ini daerah kita justru mengalami kemerosotan. Banyak petani di daerah kita yang gagal tanam bertahun-tahun,” ia mengeluhkan.

A Rasyid, Sekretatis Desa Awal Terusan Kecamatan Sirah Pulau Padang menerangkan, padi yang tidak bisa ditanam akibat debit air di persawahan Lebak Dalam dan Lebak Sedang. Petani hanya bisa menanam padi di lahan Pematang Darat. Persentasenya, hanya 30 persen saja lahan persawahan yang bisa ditanami padi.

“Sebelumnya, walaupun ada pergeseran waktu tanam, hanya 1 atau 2 bulan saja sehingga masih ada sawah yang bisa ditanami. Sedangkan tahun ini, waktu tanamnya bergeser hingga 5 bulan jadi padi tidak bisa ditanam,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian OKI Ir Asmar Wijaya membenarkan ada beberapa kecamatan yang sawahnya tahun ini tidak bisa ditanami padi karena areal lahan digenani air. Untuk di kecamatan Sirah Pulau Padang dan Jejawi, lahan pertaniannya merupakan lebak jadi sangat mudah digenangi air hujan.

“Kemungkinan bisa ditanami tahun depan, sekitar bulan Maret atau April. Dinas Pertanian sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya untuk tahun depan rencananya akan dilakukan normalisasi sungai dan pembangunan irigasi,”janjinya.

 

TEKS:DONI AFRIANSYAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster