Oknum Pol PP “Main Mata” dengan Koordinator Anjal

 170 total views,  2 views today

Ilustrasi Pol PP

Ilustrasi Pol PP

PALEMBANG, KS-Keberadaan anak jalanan (anjal), gepeng maupun pengemis di Kota Palembang masih tetap marak. Padahal razia rutin dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang.

Diduga hal itu terjadi karena adanya oknum anggota Sat Pol PP, yang bekerjasama dengan koordinator anjal, gepeng dan pengemis. Sehingga mereka tetap bisa berkeliaran di jalan-jalan yang ada kota empek-empek ini.

Namun itu dibantah oleh kata Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Aparatur (SDA) Sat Pol PP Palembang, S Hendra. Ia menyebut, tudingan tersebut tidak benar. Menurutnya, jika ada oknum Pol PP yang bekerjasama dengan koordinator anjal, gepeng dan pengemis maka akan ditindak.

“Jika ada anggota kita seperti itu, akan kita tindak. Sanksinya pemecatan dan kurungan. Namun sampai saat ini, tidak ada laporan ada anggota kami yang melakukan demikian. Karena itu sama saja, dengan virus. Jika dibiarkan, maka akan menular,” kata Hendra yang dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (10/12).

Diprediksi Meningkat

Dalam kesempatan itu, Hendra juga menyebut menjelang Natal dan Tahun Baru 2014, jumlah anjal, pengemis dan gepeng di Kota Palembang diprediksi meningkat. Peningkatan itu dikarenakan, pada momen tersebut biasanya banyak kegiatan dan pengunjung yang datang.

Sehingga mereka diharapkan bisa mengais rupiah, dari banyaknya kegiatan masyarakat. “Sebagai antisipasinya, kami akan melakukan razia. Razia ini, sebenarnya kita lakukan tidak hanya menjelang Natal dan Tahun Baru saja tetapi rutin dilakukan,” ucapnya.

Menurutnya, momen Natal dan Tahun Baru yang akan dilaksanakan kurang dari tiga pekan lagi, dipastikan kota empek-empek akan ramai dikunjungi pendatang baik dari kabupaten dan kota di Sumatera Selatan (Sumsel), maupun dari luar Sumsel.  ” Karenanya, jangan sampai ada pengungjung kecewa ketika mereka liburan di Palembang, disebabkan banyaknya orang yang meminta-minta,” ujarnya.

Menurut Hendra, banyak dampak negatif dengan maraknya anjal maupun gepeng, misalnya menimbulkan citra negatif pada suatu daerah. Apalagi anjal, gepeng tersebut, jika tidak diberi akan bertindak merusak.

“Saya contohkan, ada pengemis atau anjal di lampu merah, jika tidak di beri uang, maka mereka akan merusak bodi mobil dengan cara menyayat dengan paku atau batu, nah prilaku buruk itu jangan sampai terjadi, kita harus tertibkan,” ujarnya.

Hendra menyebutkan, pihaknya melakukan penertiban tersebut hanya bertugas menjalankan peraturan daerah (Perda). Sementara pembinannya dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang.

Sementara itu, sebelumnya, Kepala Dinsos Palembang, Faizal AR mengatakan,  razia terhadap anjal, gepeng maupun pengemis dilakukan untuk mewujudkan Palembang Emas 2018. “Mereka bukan hanya ditertibkan, tetapi juga dibina mereka memiliki keterampilan,” katanya.

Selain itu sambung Faizal, anjal yang di rehabilitasi juga di izinkan untuk bersekolah dengan biaya di tanggung oleh pemerintah. “Bagi mereka yang mau melanjutkan pendidikan, akan di fasilitasi sampai mereka tamat sekolah,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

Oknum Pol PP “Main Mata” dengan Koordinator Anjal





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster