Belum Ditemukan Penyebaran HIV/AIDS

 189 total views,  2 views today

*Di Kelompok Resiko Tinggi

LUBUKLINGGAU, KS-Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Selasa (10/12), melakukan pemeriksaan terhadap 50 wanita pekerja seks komersil (PSK) di Rt 07, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara.

Pemeriksaan tersebut menurut Manajer Counseling and Testing HIV/AIDS, S Parman dilakukan , sebagai upaya untuk mendeteksi penyebaran HIV/AIDS di Lubuklinggau.  Ia menerangkan, ada 50 PSK yang diambil sample darahnya.

“Dari hasil pemeriksaan, terhadap sample darah yang kita ambil belum ditemukan adanya penyebaran HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya seperti Sifilis. Pemeriksaan terhadap kelompok resiko tinggi (risti) ini, rutin kita lakukan,” jelas Parman ketika dibincangi, kemarin.

Ia menyebut, sepanjang tahun ini belum ditemukan adanya penyebaran HIV/AIDS di kelompok risti di Lubuklinggau. Ia berharap kondisi tersebut, bisa dipertahankan apalagi sampai saat ini menurutnya, belum ada obat untuk penyakit mematikan tersebut.

Parman menjelaskan,  kepada penderita HIV/AIDS hanya diberikan terapi antiretroviral (ART), dengan cara memberikan berbagai obat seperti amivudine, abacavir,  AZT,   stavudine, didanosine, emtricitabine,  tenofovir dan analog nukleotida.

Namun obat-obatan yang diberikan dalam terapi antiretroviral tersebut, sifatnya memperlambat pertumbuhan virus bukan mematikan virus.  “Jika penderita HIV, tidak diberikan obat-obatan ARV maka proses petumbuhan virus menjadi HIV mencapai 6-10 tahun. Namun jika diberikan obat-obatan tersebut, virusnya tidak berkembang sehingga seumur hidup penderitanya tetap dalam status HIV bukan AIDS,” bebernya. 

Walaupun demikian sambungnya, penderita HIV tetap beresiko menularkan virus tersebut jika si penderita melakukan kontak yang beresiko. Kontak yang bersiko tersebut misalnya sebut Parman, melalui hubungan seks, memakai jarum suntik, ASI dari ibu yang tertular termasuk juga transfusi darah dari pendonor yang tertular HIV.

“Karenanya, kita berusaha mengendalikan penyebaran HIV/AIDS dengan cara memeriksa darah kepada kelompok risti. Besok (Rabu), rencananya kita akan juga akan melakukan pemeriksaan darah terhadap narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sidorejo,” tukasnya.

TEKS              : FAISOL

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

Belum Ditemukan Penyebaran HIV/AIDS





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster