YKTP Siap Kembangkan Seni Budaya Sumsel

 321 total views,  2 views today

Seorang anggota YKTP saat melakukan Pengambilan film dokumenter.

Seorang anggota YKTP saat melakukan Pengambilan film dokumenter.

PALEMBANG | KS – Yayasan Kebudayaan Tandi Pulau (YKTP) merupakan wadah para pecinta seni dan budaya Sumatera Selatan (Sumsel) yang berlokasi di Jl Anggada, Kec. Kalidoni.

Berdirinya YKTP ini berawal dari kegelisahan Erwan Surya Negara yang sekarang menjabat ketua PDKS yang melihat tidak terbinanya aktifitas kebudayaan di Sumsel. Sehingga mencetuskan ide untuk membuat wadah guna menampung kemampuan dan kreatifitas masyarakat untuk mengembangkan ide-ide kreatif.

YKTP Yayasan yang berdiri pada 1 Desember 2011 lalu Hingga saat ini sudah memiliki berbagai cabang seni budaya meliputi seni rupa, musik dan perfilman. “Sekarang ini kami (YKTP,red) memiliki berbagai cabang kesenian guchu, himsis, galeri canang, teater, tari canang, dan WPAP,” jelas Ketua Harian YKTP, A. Hermawan pemilik akun seniman sesat.

Dikatakannya, hingga saat ini lebih dari 200 orang telah tergabung dalam YKTP, dan telah melahirkan berbagai macam karya, antara lain tari jaya sidayatra yang dikirim ke Afrika Selatan, film dokumenter sriwijaya, dan berbagai karya lainnya. “Anggota kita berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, dan pelajar,”katanya.

Menurutnya, yayasan ini sudah banyak menghasilkan karya seni, hingga perwakilan dari berbagai negara seperti Elizabeth Collins dari Ohio (AS), kru film dari korea selatan dan Feddy Rike mahasiswa Jerman yang semuanya meneliti tentang kerajaan Sriwijaya. “Pertengahan Desember ini kami akan mengadakan teater Perang Lima Hari Lima Malam yang dimulai dari depan RS Charitas dan berhenti di monumen perjuangan rakyat (Monpera),” tambahnya.

Dirinya mengharapkan, pemerintah daerah dapat lebih memberi perhatian kepada para seniman, sehingga seniman lokal dapat lebih terasah bakatnya. “Diharapkan agar pemerintah daerah dapat mendirikan perguruan tinggi seni, taman miniatur kebudayaan sriwijaya, serta kampung seni. Agar mereka yang mempunyai keahlian dibidang seni tidak harus keluar daerah untuk mengembangkannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hermawan mengatakan, selama ini mereka biasa menggunakan gedung Pusat Data dan Kesenian Sriwijaya untuk melakukan berbagai latihan. Guna mengasah kemampuan dan ketrampilan anggota. “Gedung ini diserahkan langsung oleh Walikota Palembang Ir Edi Santana Putra kepada kami (YKTP, red) agar kegiatan seni dan budaya Palembang dapat lebih dikembangkan,” terangnya.

 

TEKS : Aan Wahyudi

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster