Waspadai DBD di Musim Pancaroba

 233 total views,  2 views today

Foging untuk Mengantisipasi DBD

Foging untuk Mengantisipasi DBD

PALEMBANG, KS-Di musim pancaroba, masyarakat Kota Palembang harus mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya di musim ini, penyakit tersebut rentan mewabah. Himbauan ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) PMK, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Afrimelda ketika dibincangi, Senin (9/12) di ruang kerjanya.

Afrimelda menyebut, musim pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim, yaitu antara musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan biasa terjadi pada Maret dan April disebut, sementara pancaroba antara musim kemarau ke musim penghujan biasa terjadi pada Oktober hingga Desember.

“ Di musim pancaroba, biasanya cuaca tidak menentu. Sehingga menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Inilah kenapa, berbagai penyakit rentan menyerang dan mewabah,” kata Afrimelda.

Menurutnya, ada sejumlah penyakit yang rentan terjadi di musim pancaroba yakni, diare, DBD, dan Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Hal itu jelasnya, disebabkan karena hujan yang tidak menentu sehingga debu yang merupakan salah satu jalur masuk virus dan bakteri, terhirup masuk ke dalam tubuh.

“ Di musim ini, DBD menjadi penyakit yang paling berbahaya bahkan bisa menyebabkan kematian. Tahun lalu di Palembang, ada 882 kasus DBD. Tahun ini, sudah ada kurang lebih 411 kasus,” bebernya.

Di rincikannya, di Januari ada 76 kasus DBD. Februari sebanyak 67 kasus, Maret 54 kasus, April 40 kasus, Mei 42 kasus, Juni 49 kasus, Juli 28 kasus, Agustus 14 kasus, September 15 kasus, Oktober 24 kasus, November 1 kasus. Sementara untuk Desember, belum terdata.

Penyakit DBD tersebut sambungnya, lebih rentan menyerang anak balita dari pada remaja, orang dewasa dan lansia. Hal ini disebabkan karena sistem imun anak balita, belum normal seperti remaja, orang dewasa dan lansia.

“Ini disebabkan karena tubuh mengalami perubahan yang mendadak, dari cuaca yang dingin yang ekstrim hingga ke cuaca yang panas sekali, hal inilah yang mengganggu sistem kekebalan tubuh,” ungkapnya.

Untuk menanggulangi mewabahnya DBD tersebut, Dinkes sebutnya sudah menyebar bubuk abate. Tujuannya, untuk membunuh jentik nyamuk aedes agetty, yang merupakan nyamuk pembawah virus DBD.

“Peranserta masyarakat juga sangat diharapkan, caranya dengan 3 M yakni menyikat dan menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali,  menutup rapat tempat penampungan air, dan menyingkirkan barang-barang bekas organik dan non organik,” bebernya.

“Kalau ada di kawasan tempat tinggalnya, ada warga yang terserang DBD kita himbau untuk menghubungi puskesmas, kelurahan atau langsung ke kita guna dilakukan pengasapan atau fogging,” tukasnya.

 

TEKS              : VENI ATISA/MG

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster