Warnet Jadi “Sarang” Pornografi

 386 total views,  4 views today

Warnet

Warnet

PALEMBANG, KS-Warung internet (Warnet) kini menjamur, hampir setiap sudut di Kota Palembang, begitu mudahnya ditemukan warnet. Pengemarnya pun tidak hanya kalangan dewasa, tetapi juga anak-anak.

Pantauan Kabar Sumatera, Senin (9/12), umumnya warnet yang ada di metropolis tidak hanya menyediakan layanan berselancar tetapi juga permainan yang kerap disebut game online. Kabar Sumatera, yang sempat masuk ke salah satu warnet di kawasan Bukit Besar, Palembang menyaksikan beberapa pelajar yang asyik bermain game onlie.

Namun ada juga beberapa pengunjung lainnya, memilih untuk berselancar di dunia maya. Hendra (16), warga Jalan Seduduk Putih, Palembang mengaku baru saja pulang sekolah dan memilih belum pulang ke rumahnya.

“Dibanding pulang ke rumah, lebih baik nongkrong bersama teman-teman bermain game online. Kalau bosan, biasanya ya buka-buka situs tertentu,” aku pelajar salah satu sekolah negeri di kawasan Bukit Besar ini.

Hendra tak menampik, jika sesekali ia membuka situs yang berstatus terlarang. “Iseng kak, ya cari hiburan. Masih ada kok, yang situs belum diblokir. Selain itu, kita juga bisa mensiasatinya baik dengan memanfaatkan DNS Google atau cara lainnya,” ucapnya.

Sementara Khosiah (42), warga Kertapati yang mengaku mempunyai anak masih duduk di bangku SMA menyebut ia pernah dipanggil oleh kepala sekolah tempat anaknya menuntut ilmu. Itu dikarenakan anaknya, tidak masuk ke sekolah hingga dua minggu.

“Waktu saya tanya, ternyata anak saya selama tidak masuk sekolah bermain internet di warnet. Ketika jam pulang sekolah, ia  ikut pulang. Padahal izinnya mau sekolah,” aku ibu dua orang anak ini.

Khosiah berharap, pemerintah dapat bertindak tegas terhadap pengusaha warnet agar tidak mengoperasikan warnet pada saat jam sekolah. “Warnet sekarang ini sudah sangat merusak, karena banyak anak-anak yang menghabiskan waktu untuk bermain, dibandingkan belajar,” ucapnya.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang, tak menampik itu. Bahkan Kepala Bidang (Kabid) Desiminasi, Diskominfo Kota Palembang, SA Rahman menyebut, saat ini banyak warnet yang menjadi sarang pornografi.

Menurut Rahman, masih banyak warnet yang belum memblokir situs-situs porno. Padahal akunya, Diskominfo sudah sering memberikan sosialisasi, dengan cara menempel himbauan di setiap warnet agar memblokir situs-situs porno. Parahnya sebut dia, situs porno tersebut banyak di akses oleh anak-anak mulai dari siswa SD-SMA, bahkan sampai ke perguruan tinggi.

“ Kami sudah menghimbau kepada pengelola warnet, untuk mengatur jam operasionalnya dari pukul 08.00 WIB-20.00 WIB, tetapi banyak yang melanggar. Namun kami tidak bisa  menindak pengusaha warnet, karena tidak ada payung hukumnya,” ungkapnya.

” Situs porno tersebut, membuat mereka ketagihan. Sehingga mereka betah berlama-lama di warnet. Akibatnya, banyak pelajar yang tidak masuk sekolah di karenakan ingin kewarnet. Bahkan ada yang berhari-hari tidak masuk sekolah,” sambungnya.

Ia mengaku, sudah banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat. Bahkan banyak wali siswa yang menginginkan warnet ditutup. “ Ada sekitar 143 warnet di Palembang, yang berada di pengawasan kita. Namun kita hanya memberikan pengawasa, serta himbauan untuk memblokir situs porno tetapi tidak bisa memberikan sanksi,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster