KPU Sumsel Rekrut 375 Relawan

 321 total views,  2 views today

kpu

PALEMBANG, KS-Meningkatkan partispasi pemilih pada pemilihan legislatif (Pileg) 2014 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), akan merekrut relawan demokrasi. Relawan tersebut, akan membantu KPU dalam mensosialisasikan pemilihan umum legislatif (pileg) kepada masyarakat.

Komisioner KPU Sumsel, Ahmad Naafi dibincangi, Senin (9/12) menyebut, relawan demokrasi tersebut adalah perpanjang tangan KPU, untuk membantu sosialsiasikasi pileg dan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya saat pesta demokrasi di 2014 mendatang.

“Relawan demokrasi akan disebar di kabupaten dan kota di Sumsel. Nantinya di setiap kabupaten dan kota akan ada 25 relawan yang di rekrut. Sehingga, jika dikalikan dengan 15 kabupaten dan kota di Sumsel maka ada 375 relawan yang akan direkrut KPU Sumsel,” jelas Naafi.

“Meraka direkrut KPU kabupaten/kota, saat ini sedang berlangsung. Diharapkan Januari nanti, mereka sudah aktif membantu kita melakukan sosialisasi,” sambungnya.

Relawan demokrasi lanjutnya, akan fokus membidik lima segmen sosialisasi yang menjadi garapan KPU, yakni tokoh masyarakat, agama, perempuan, rehabilitasi dan pemilih pemula. “Ini usaha kami untuk meningkatkan partisipasi pemilih menjadi 80 persen di Sumsel, “ ujarnya.

Apakah mereka akan diberikan honor? Naafi menyebut, setiap relawan nanti akan mendapatkan honor Rp500 ribu perbulannya. Anggaran untuk membayar honor relawan tersebut, nantinya berasal dari APBN.  “Mereka nanti, juga akan diberikan tanda pengenal resmi sebagai relawan yang kita rekrut, sehingga bisa melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, tingkat partisipasi masyarakat di Sumsel untuk menggunakan hak pilihnya dalam setiap pesta demokrasi, baik pemilihan bupati (pilbup), pemilihan wali kota (pilwako) maupun pemilihan gubernur (pilgub), terus menurun.

Di Pemilukada Sumsel, 6 Juni lalu tingkat partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya turun di angka 66 persen. Padahal KPU Sumsel saat itu, menargetkan angka partisipasi mencapai 80 persen.

Terus menurunnya partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya tersebut menurut pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Alfitri, dikarenakan akibat jenuhnya masyarakat pada pelaksanaan pemilukada.

“Kejenuhan itu berkaitan dengan pasangan yang tampil, dan figur yang kurang cocok. Lebih parah lagi jika KPU, tidak melakukan tindakan maksimal saat sosialisasi,” tukasnya.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster