Gaji Guru Honorer Masih Minim

 259 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG | KS-Dengan kecilnya gaji guru honorer menjadi salah satu perkerjaan rumah (PR) bagi setiap instasi pendidikan. Hal ini juga yang dirasakan oleh Dinas Pendidikan Pemudah dan Olaraga (Disdikpora) Kota Palembang.

Menurut Lukman Haris Kepala Bidang SMP/SMA Disdikpora Kota Palembang, untuk setiap tahunnya banyak guru honorer yang mengeluh karena gajinya yang terima perbulan sangat kecil. Namun untuk mengatasi keluhan terhadap guru honerer, pihaknya akan membantu dalam mensejaterakan guru honorer dengan mengadakan sertifikasi bagi guru honorer tersebut.

“Pihaknya telah mengupayakan para guru honor dengan mengadakan sertifikasi bagi guru honorer. Guru honor juga disertifikasi. Setiap guru mendapatkan Rp1.500.000 per bulannya yang diterima setiap tiga bulan sekali,” katanya saat diwawancarai Kabar Sumatera, Senin (9/12).

Untuk menjadi guru honor bersertifikasi, setiap guru harus memenuhi persyaratan yang ada.  Diantaranya, harus menyesuaikan dengan kompetisi dasar silabus dan indikator pembelajaran. Selain itu, lama waktu mengajar diatas 5 tahun dan mengikuti Pendidikan Latihan Profesional Guru (PLPG).

Dia mengakui,  jumlah guru honorer yang bersertifikasi ini juga masih sedikit. Untuk Palembang sendiri baru sekitar 1000 guru honor yang bersertifikasi. “Untuk kuota tahun ini saya tidak begitu tahu. Karena tergantung pusat tetapi tahun kemarin kuota seluruh Indonesia sebanyak  350.000 orang,” bebernya.

Mengenai keberadaan guru honor, dia menuturkan, pihaknya tetap memberikan dukungan dan tidak membedakan antara guru honor dan PNS. “Guru honor disini tidak banyak dan tidak diperlakukan berebda.  Saya juga belum tahu apakah guru honor disini sudah bersertifikat atau tidak. Tetapi untuk yang mengikuti honorer K2 ada 2 orang,” tuturnya.

Salah seorang guru honor SMP N 12 Palembang, Suryati mengakui, menjadi guru honor memang kurang menjanjikan apalagi untuk dirinya yang telah berkeluarga. Pasalnya, gaji sebulan Rp 300 ribu dibayar per 3 bulan sekali. Bahkan, ada juga yang dibawah itu karena mengajar honor dihitung Rp 25.000 perjam.

“Uang tersebut kurang untuk memenuhi kebutuhan, apalagi dengan memiliki anak yang banyak” ucapnya.

Kedepan dia berharap, agar gaji guru honor dapat lebih disejahterakan dan sama dengan pegawai swasta. “Gaji kami tidak perlu sama dengan mereka yang PNS tetapi kalau bisa disamakan dengan pegawai swasta dan diatas Rp1 juta perbulan,” tandasnya.

 

TEKS       : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster