Guru SD Bingung Mengisi Raport

 459 total views,  2 views today

Ilustrasi Raport

Ilustrasi Raport

* Disdikpora Format Raport Kurikulum 2013 Akan Disosialisasikan

PALEMBANG |KS-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang telah memiliki format laporan capaian kompetensi peserta didik yang mengacu pada Kurikulum 2013. Dalam waktu dekat, raport siswa tersebut akan disosialisasikan kepada sekolah-sekolah penyelenggara Kurikulum 2013. Demikian diungkapkan Kepala Disdikpora Kota Palembang, Ahmad Zulinto, kepada Kabar Sumatera, Minggu (8/12).

“Kami sudah mendapatkan contoh raport Kurikulum 2013 untuk murid SD kelas satu. Formatnya disana tidak lagi mencantumkan nilai-nilai, akan tetapi aspek-aspek yang sudah melalui proses penilaian oleh guru mereka,” kata Zulinto.

Adapun aspek-aspek tersebut, yakni aspek keilmuan, aspek sikap, aspek psikomotorik atau keterampilan. Kesemuanya tersebut diisi dengan pernyataan verbal bukan angka-angka seperti yang dilakukan selama ini. Namun, bagi para orang tua yang ingin mengetahui sejauh mana prestasi anak mereka di kelas, para guru telah memiliki inventarisnya.

“Nanti para guru akan membuat laporan untuk diserahkan kepada orang tua murid, apabila memang mereka membutuhkan. Contoh pernyataan verbal, shalat anak sudah baik namun perlu ditingkatkan karena beberapa hal,” ungkapnya.

Kalau raportnya seperti ini, kata Zulinto, bagi sekolah yang sudah maju dengan komputerisasinya yang baik sebaiknya membuat laporan per semester anak didik kepada orang tua. Dengan artian, sekolah memiliki inventaris satu file khusus untuk anak didik dan itu dirasakan lebih baik.

“Daripada kita mencetak, karena tulisan tangan guru tersebut kadang-kadang belum tentu terbaca dengan baik. Apalagi dalam pernyataan verbal itu ada hal-hal yang penting dan harus dilakukan penekanan,” pungkasnya.

Disinggung mengenai penggandaan raport siswa, Disdikpora menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah penyelenggara Kurikulum 2013. Kendati demikian, Zulinto menegaskan, format raport siswa tersebut masih dibutuhkan evaluasi. Artinya masih ada kemungkinan untuk mengalami perubahan.

Sementara itu, pembagian raport yang jatuh pada Desember ini membuat para guru kebingungan dalam mengisi nilai raport, khususnya bagi guru SD yang mengajar pada murid kelas I dan kelas IV yang menerapkan Kurikulum 2013. Ditambah juga dengan penilaian yang mengharuskan semua siswa tidak ada lagi yang tinggal kelas atau tidak naik kelas.

Seperti diungkapkan salah seorang Guru SD Negeri 179 Palembang, Yulaeka, bahwa untuk proses dalam pembelajaran kepada peserta didik sudah dapat dimengerti. Namun, dalam masalah cara penilaiannya masih dianggap rumit. Pasalnya, para guru ini tidak mendapatkan pelatihan khusus bagaimana cara penilaian.

“Agak membingungkan cara mengisi raport SD ini, sebab untuk pelatihan guru yang fokus bahas penilaian belum ada. Memang sebelumnya ada pelatihan, tetapi disitu sempat dibahas tentang penilaian hanya sedikit jadi para guru belum banyak mengerti,” ungkap Yulaeka.

 

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster