Awak Transmusi Ancam Mogok

 272 total views,  2 views today

Trans Musi

Trans Musi

PALEMBANG, KS-Awak bus Transmusi, kembali mengancam mogok, Senin (9/12). Bila sebelumnya, mogok hanya beberapa jam, kali ini akan dilakukan sehari penuh dan tidak akan beroperasi sama sekali.

Salah seorang sopir bus Transmusi yang enggan disebutkan namanya mengaku, aksi yang dilakukan ini untuk meminta kejelasan dari manajemen PT SP2J, terkait gaji yang selama tiga bulan terakhir dibayar mencicil.

“November lalu hanya dibayar 20 persen dari jumlah seharusnya sebesar Rp2,1 juta-Rp2,7 juta. Kami meminta kepastian, kalau 24 jam tidak ada keputusan tentang pelunasan gaji kami, kami akan mogok besok. Sebenarnya sudah ada gajinya tapi ditahan pemkot,”akunya, Minggu (8/12).

Menurutnya, selama dua hari terakhir, yakni Jumat dan Sabtu, ratusan awak bus Transmusi telah melakukan mogok.

Hanya saja pada hari pertama, para sopir dan pramugara, menggelar aksi sampai pukul 08.00 WIB. Sementara hari kedua, molor hingga pukul 14.00 WIB.

“Kami sudah menunjukkan loyalitas kami sebagai karyawan, dengan kembali bekerja pada hari ini ini (Minggu). Dengan loyalitas itu, kami harap direksi mampu mendorong pemkot, untuk segera mengatasi masalah ini terutama soal gaji kami,” harapnya.

“Kami paham dengan aksi mogok tersebut, dapat merugikan masyarakat Palembang terutama pengguna Transmusi. Namun mau bagaimana lagi, gaji kami belum dibayar full,” katanya.

Sementara salah satu penumpang Transmusi, Eka mengaku kecewa dan keberatan jika Transmusi kembali mogok.

“Terpaksa Sabtu kemarin naik bus kota. Sejak ada Transmusi, saya tidak pernah lagi naik bus kota, karena tidak aman, masuk nya susah, terus juga banyak pengamen,”keluh warga Talang Buruk ini.

Sementara itu, menanggapi ancaman mogok tersebut, Direktur Utama PT SP2J Palembang, Marwan Hasmen meminta agar para awak bus untuk bersabar.

Menurutnya managemen SP2J memahami kondisi tersebut, hanya saja keterlambatan penggajian dikarenakan kondisi perusahaan yang masih merugi. Meski begitu, Marwan meyakinkan bahwa Senin (9/12), gaji para karyawan BRT akan dibayarkan.

Sementara sebelumnya Marwan menyebutkan bahwa pembayaran dari pemerintah dilakukan Kamis atau Jum’at lalu. Tetapi hal itu terkendala karena juru bayar sedang tidak ada di tempat. Sehingga Senin, baru memungkinkan untuk dibayarkan. Adapun dana yang akan dibayarkan pemerintah sebesar Rp 750 juta.

“Kami sudah berusaha, duitnya masih di pemkot, tetapi orang yang mau tandatangannya waktu itu tidak ada. Kalau memang tidak mau dengar, yah sudah mogok-mogoklah,”ujarnya.

Marwan menerangkan uang sebesar Rp 750 juta tersebut untuk membayar sisa gaji karyawan yang berjumlah sekitar 600 orang.

“Tidak ada lagi tunggakan gaji bulan September-Oktober, semuanya sudah selesai,”tukasnya.

 

TEKS : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR :DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster