Penyandang Cacat Terima Kaki dan Tangan Palsu

 237 total views,  2 views today

Caption Foto : Para penyandang cacat berpose bersama pengurus LCKI Kabupaten PALI saat pengukuran kaki dan tangan. Hari ini, mereka akan menerima kaki dan tangan palsu sumbangan dari LCKI.

Caption Foto : Para penyandang cacat berpose bersama pengurus LCKI Kabupaten PALI saat pengukuran kaki dan tangan. Hari ini, mereka akan menerima kaki dan tangan palsu sumbangan dari LCKI.

PALI | KS – Beberapa penyandang cacat baik tangan ataupun kaki yang berada di Kabupaten Penukal Abab Pematang Ilir (PALI), akan menerima sumbangan kaki-tangan palsu dari Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI).

Kepastian ini diungkapkan Sekretaris LCKI Kabupaten PALI, Muhammad Wiwin kepada Kabar Sumatera, Jum’at (6/12).

Menurut Wiwin, penyerahan bantuan kaki-tangan palsu ini akan dilangsungkan di Gedung Legion, Jalan Veteran Palembang, Sabtu (7/12). “Besok (hari ini- red), kita akan berangkat bersama-sama teman-teman penyandang cacat. Kaki atau tangannya sudah bisa langsung dipakai,” ujar Wiwin yang juga jurnalis ini.

Wiwin juga menambahkan, acara penyerahan ini merupakan tindak lanjut dari acara pengukuran yang sudah dilakukan September lalu. “September lalu kita sudah ukur kaki dan tangan temen-temen. Karena peminatnya banyak, maka baru sekarang diserahkan,” tambahnya.

Untuk di Kabupaten PALI, sambungnya, program ini didukung penuh penjabat Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM. Bupati memberikan dukungan penuh dengan memfasilitasi pemberangkatan para penerima bantuan.

Penerima bantuan untuk program kali ini diantaranya, Mawaddah Warrahmah, warga Desa Purun, Kecamatan Penukal (kaki palsu), Saparuddin warga Desa Betung, Kecamatan Abab (kaki palsu), Trisno warga Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang (kaki palsu), Riri Irawan warga Talang Ojan Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi (kaki palsu), dan Zainal warga Sungai Limpa Kecamatan Penukal (tangan palsu).

Program pemberian kaki dan tangan palsu ini merupakan program bakti sosial yang rutin dilakukakn sebuah lembaga swadaya masyarakat LCKI. Melalui ketua propinsi, Erry Gustion Bowie SH MKn selalu memberikan bantuan cuma-cuma kepada masyarakat tidak mampu. Dan pemberian kaki-tangan palsu ini, salah satunya.

“Kalau biaya sendiri, kaki palsu ini sangat mahal. Untuk satu kaki saja harganya Rp 17juta. Dengan adanya program ini, masyarakat jelas terbantu,” pungkas Wiwin.

 

Teks/foto : Indra Setia Haris





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster