“Jarak 18 km, Kami tempuh selama tiga jam”

 345 total views,  2 views today

Kondisi jalan Talang Ubi - Semangus meski ditimbun batu tetap saja rusak parah dan susah dilalui

Kondisi jalan Talang Ubi – Semangus meski ditimbun batu tetap saja rusak parah dan susah dilalui

-Jalur Penghubung Rusak Parah-

PALI | KS –Hasan Anwar, hampir mengeluarkan seluruh tenaganya jika melintasi jalan rusak dan berlumpur agar bisa tembus menuju Ibukota Kabupaten Panukal Abab Pematang Ilir (PALI).

Warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi ini juga harus berjibaku bersama motor kesayangannya melintasi jalan yang menghubungkan Desa Semangus dengan Talang Ubi Ibukota Kabupaten PALI yang kondisinya rusak parah.

Miris, Hasan memerlukan waktu tiga jam untuk bisa menembus jalan yang hanya berjarak 18km.

Saat musim penghujan, kondisi jalan akan bertambah parah. Disamping licin, jalan yang masih berupa tanah merah ini juga berlumpur. Warga yang hendak membeli kebutuhan pokok pun menjadi terganggu.

“Jalannya masih tanah kalau hujan begini jadi licin. Salah sedikit, kendaraan bisa masuk parit. Kalau sudah begitu, bisa-bisa kita menginap,” kata Hasan Anwar, warga Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi.

Menurut Hasan, jalan ini merupakan jalan operasional PT Benakat Barat Petroleum yang beroperasi menambang minyak di daerah itu.

Pihak perusahaan sudah mengupayakan dengan menyiramkan batu kerikil ke badan jalan. Namun upaya ini tidak begitu membantu karena kondisi jalan sudah sangat berlumpur.

Hasan yang juga Kepala Dusun (Kadus), 5 (lima),  ini menuturkan, beberapa hari lalu saat mengangkut beras miskin (raskin) yang akan disalurkan kedesanya hampir saja menginap dijalan.

“Hampir nginap pak. Mobil truknya terjebak lumpur. Untung kita memanggil alat berat milik perusahaan, sehingga bisa melewatinya,” jelas Hasan.

Sedikitnya, tiga titik yang rusak parah. Diantaranya di Tebing Kawat, Tebing Itam dan Sungai Baung. Itu untuk akses ke Desa Sungai Baung saja. “Kalau sampai ke Semangus lebih banyak lagi pak,” tambahnya.

Dengan terbentuknya Kabupaten PALI, sambung Hasan, dirinya berharap jalan ini bisa diperbaiki sehingga saat musim hujan tidak mengganggu warga yang hendak berbelanja ke Talang Ubi atau hendak menjual hasil kebun seperti karet.

Selain itu, akses jalan tersebut juga dimanfaatkan oleh warga SP6 Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musirawas. Warga kabupaten tetangga juga menggantungkan perekonomiannya dengan  berbelanja ke Talang Ubi. “Setiap hari, sedikitnya tiga angkutan umum dari Musi Rawas lewat desa kami,” ungkap Hasan.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster