BNN Amankan Mobdin Pejabat Empat Lawang

 278 total views,  2 views today

Mobil berplat merah bernopol BG 50 SZ,  ini  dibawa oleh empat orang pemuda dan salah satunya diduga anak salah satu pejabat Pemkad Empat Lawang.  | Bagus Park

Mobil berplat merah bernopol BG 50 SZ, ini dibawa oleh empat orang pemuda dan salah satunya diduga anak salah satu pejabat Pemkad Empat Lawang. | Bagus Park

– Di Depan Diskotek-

PALEMBANG, KS – Badan Narkotika Nasional (BNN), Sumatera Selatan (Sumsel), mengamankan sebuah mobil yang diduga milik pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Empat Lawang saat razia narkoba di Diskotik Darma Agung, yang berada di kawasan Kecamatan Sukarami, Kamis (5/12), sekitar pukul 22.00 WIB

Mobil berplat merah bernopol BG 50 SZ,  ini  dibawa oleh empat orang pemuda dan salah satunya diduga anak salah satu pejabat Pemkad Empat Lawang.

Pantauan Kabar Sumatera, walaupun hujan sempat mengguyur Kota Palembang, namun razia masih tetap berjalan. Ada sekitar tujuh tempat hiburan malam mulai kelas dan biasa, disambangi petugas BNN dan Sat Pol PP.

Dari razia yang dilakukan selama lima jam tersebut, berhasil menyita barang bukti Sebanyak 34 butir obat terlarang jenis ekstasi dan pil penenang merk happy serta satu unit mobil dinas plat merah.

Tidak hanya menyita narkoba, petugas Satpol PP dan BNN menggiring 38 orang yang terjaring razia. Dari puluhan orang tersebut, sebanyak 7  orang positif terindikasi narkoba. Hal itu terbukti saat dilakukan  tes urine di lokasi tempat hiburan tersebut.

Ketujuh tempat tersebut yakni  Diskotik Darma Agung (DA), Cleopatra, Menseon, Vegas, Princes, 338 dan Mahkota Mas (MM) disambangi oleh para petugas yang melakukan razia.

Kasat Pol PP Provinsi Sumsel, Riki Junaidi saat dikonfirmasi usai menggelar razia mengatakan, sebanyak 34 butir pil terlarang seperti merk pink love, mitsubishi dan happy, diamankan dikantor Satpol PP.

“Selain itu, kita juga dapatkan bungkus plastik ukuran kecil yang diduga sebagai wadah bekas narkoba jenis sabu beserta beberapa pirek dan bang alat hisap sabu itu sendiri. Meski sabunya sendiri hanya kami dapatkan satu paket kecik tanpa pemilik atau seperti sengaja dibuang oleh sang pemilik karena mengetahui adanya razia ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk pengguna mobil dinas masih akan didalami terlebih dahulu dan melakukan tes urine kepada penggunanya. “Apakah pengguna mobil tersebut merupakan oknum PNS atau bukan masih kita selidiki lebih lanjut,” tambah Riki.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster