Pro Kontra Perusahaan Kondom

 296 total views,  2 views today

Foto : Bagus Kurniawan/KS

Demo Gerakan Mahasiswa Sumsel Menolak Pekan Kondom Nasional | Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG KS-Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bersama DKT Indonesia dan Kementerian Kesehatan menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) pada 1 hingga 7 Desember 2013. Pro dan kontra mewarnai PKN itu. Sebab, ada perusahaan kondom mencanangkan PKN berkampanye dengan membagikan kondom secara gratis untuk rakyat.

Namun begitu, kegiatan yang digagas perusahaan produsen kondom ini didukung oleh KPAN dan Kemenkes, tetapi kalangan mahasiswa bahkan masyarakat umum justru berpendapat sebaliknya.

Susna Sudarti, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemerintah Sumatera Selatan menyampaikan, kampanye kondom itu lebih menonjolkan penggunaan kondom daripada edukasi pendidikan seks dikalangan masyarakat.

“Justru kegiatan kampanye ini yang ditonjolkan adalah aspek penggunaan kondomnya daripada reproduksi dan pendidikan seks. Kita menyarankan agar sosialisasi kondom hanya dilakukan di kalangan terbatas saja, terutama di tempat yang seringkali digunakan sebagai tempat rawan penyebaran HIV/AIDS,” kata Susna, Kamis (5/12) di ruang kerjanya.

Kecaman terhadap perusahaan kondom datang silih berganti. Sekelompok mahasiswa yang tergabung di Gerakan Mahasiswa (Gema) Sumsel melakukan aksi longmarch yang start dari RSMH hingga Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang.

Rizal Fahmi, Ketua Umum Gema Sumsel menyebutkan, dalam hal ini pemerintah memperluas program penyebaran kondom ini kepada remaja. Hal itu malah mempermudah akses remaja untuk melakukan seks bebas.

“Sepintas saja orang dapat melihat program ini mengandung sesat pikir. Program ini tidak menyelesaikan akar masalah yang justru menyebabkan kekhawatiran perilaku seks bebas. Kampanye penggunaan kondom untuk pelaku seks bebas sangat berisiko. Dalam artian, seks dengan yang bukan pasangan yang sah dalam ikatan pernikahan. Maka program kondomisasi sama artinya dengan legalisasi seks bebas,” jelasnya.

Tegasnya, kondomisasi dan propaganda seks bebas disadari atau tidak mengandung muatan jahat. Pihak barat sengaja memasukkan dan memaksakannya ke negeri Muslim untuk menghancurkan umat Islam. Oleh karena itu, sudah saatnya mencampakkan sistem sekuler kapitalis ini, ganti sistem, ganti rezim.

“Pemerintah boleh saja tidak menanggapi aksi kami kali ini, sebab kami melakukan ini adalah bentuk kewajiban sebagai warga negara yang baik yang memberikan masukan dan peringatan yang baik bagi pemerintah dan semua elemen masyarakat. Jika tidak diingatkan, maka hal semacam ini akan terus berulang-ulang,” bebernya.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster