Pedagang Stiker Raup Untung

 791 total views,  6 views today

Penjual Stiker | Dok KS

Penjual Stiker | Dok KS

*Manfaatkan Trotoar

PALEMBANG | KS-Demi menghidupi keluarga apapun rela dilakukan, hal ini juga yang membuat para penjual stiker yang berada di Jalan Mayor Memed Sastra wirya Pasar Kuto Palembang. Mereka memanfaatkan fasilitas umum yang ada. Salah satunya, memfungsikan jalan kosong dan halaman yang berada di trotoar jalan.

Sebut saja Kapradi (45) salah satu penjual stiker yang berada dikawasan Pasar Kuto,  dirinya mengaku berjual dipinggir jalan karena diwilayah ini banyak kendaraan bermotor yang melintas.

Dirinya memulai aktivitasnya pada pukul 10.00 WIB, Stiker mereka dagangkan bervariasi, logo dan juga yang bisa dirangkai sendiri. Bermodalkan stiker, mancis, pisau cutter dan kaca. Mereka pun membuka dagangan mereka, stiker-stiker permeter tersebut yang berwarna, merah, putih, kuning, orange, perak, emas, hijau, tersebut digangtungkan dan dirangkaian kawat, yang dikaitkan pada rangkaian pagar pembatas jalan.

Selain jalan, pagar besi di sekitar tempat tersebut juga dimanfaatkan untuk menempelkan stiker dagangannya.

Sedangkan Alan (37), pedagang stiker di sekitaran Jalan. DI. Panjaitan Plaju Palembang, mengaku dari hasil penjualan dirinya bisa mendapatkan keuntungan lumayan. Sebab, lokasi tersebut ramai pengunjung, utamanya pengendara roda dua.

”Yang beli banyak, bahkan ada jugo pejabat pemerintahan yang minta di-scotlite motornya. Jadi kalau disuruh pindah tidak akan pernah mau,” jelasnya.

Kemudian, lanjut pria yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir angkutan umum itu mengungkapkan, jika harga stiker yang dijualnya mulai dari harga Rp1.000 hingga Rp 30.000 tergantung dengan jenis stikernya.

“Untuk omset sudah lumayan. Paling sepi, ada lah RP200 ribu sehari. Biasanya pembeli ramai menjelang weekend,” ujar Alan saat diwawancarai Kabar Sumatera, Kamis (5/12).

Hal yang sama dikemukakan oleh Pedagang Stiker lainnya, Yudi Sanip (35). Dirinya mengaku sudah hampir 3 tahun berjualan stiker di Jalan Panjaitan Plaju Palembang ini. “Kami biasanya beli dagangan dari Pasar di Kota Palembang, seperti pasar 16 ilir, dengan cara diantar atau beli langsung ke agen disana. Bisnis stiker tak akan pernah mati selama kendaraan bermotor masih produksi,” kata Yudi.

 

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster