Belasan Perusahaan di Sumsel Cemari Lingkungan

 250 total views,  2 views today

Tampak Seseorang Sedang Memancing di Sungai Musi yang Penuh Oleh Limbah Rumah Tangga dan Tanaman Enceng Gondok | Iwan KS

Tampak Seseorang Sedang Memancing di Sungai Musi yang Penuh Oleh Limbah Rumah Tangga dan Tanaman Enceng Gondok | Iwan KS

PALEMBANG | KS – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumatera Selatan akan memberikan sanksi tegas terhadap pihak perusahaan yang dianggap mencemari lingkungan. Menurut data dari BLH Sumsel, sekarang ini ada 18 perusahaan yang dianggap merusak dan mencemari lingkungan selama kurun waktu 2013 ini.

Kepala BLH Sumsel, Bakhnir Rasyid mengatakan, 18 perusahaan yang dianggab bermasalah tersebut sudah dikirimkan surat teguran. Namun, ada tiga perusahaan yang belum melakukan perbaikan analisa dampak lingkungan.

Dikatakannya, saat ini pihaknya sudah melanjutkan laporan ke Kementerian Lingkungan Hidup terhadap tiga perusahaan yang belum membenahi lingkungan tersebut untuk diberikan peringatan lanjutan.  “Dari sekian banyak perusahaan, kebanyakan terdapat di Kabupaten Muara Enim dan PALI,”terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk 15 perusahaan sudah melakukan pembenahan sehingga tidak menjadi masalah lagi. Sebab, ketika dilayangkan surat teguran administratif mereka langsung menanggapinya dengan melakukan tindakan program lingkungan bersih.  “Untuk tiga perusahaan lain sedang dalam tindak lanjut oleh pihak kementerian lingkungan hidup,” ujar Bakhnir usai menghadiri Diskusi Panel Nasional Lingkungan Hidup di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Kamis (5/12).

Saat ditanya mengenai nama-nama perusahaan yang bermasalah tersebut, Bakhnir mengaku sedang tidak memegang datanya, karena tidak ingat nama perusahaan tersebut. Namun ia hanya menyebutkan perusahaan tersebut kebanyakan bergerak di bidang perkebunan, pertambangan, dan industri. “Dalam aturan lingkungan hidup bagi perusahaan yang merusak lingkungan akan diberikan sanksi administratif bahkan pembekuan izin,”jelasnya.

Menurutnya, sebelum mendirikan perusahaan seharusnya mereka menganalisa terlebih dahulu dampak lingkungan yang akan terjadi apabila perusahaan tersebut didirikan. “  Kalau perusahaan yang mencemari lingkungan itu tidak mau berbenah bisa jadi akan diputus Hak Guna Usahanya,”jelasnya.

 

TEKS : IMAM MAHFUZ

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster