Uang Lelang Karet Rp 60 Juta Raib

 674 total views,  2 views today

INDRALAYA|KS – Uang hasil pelelangan karet sebesar Rp 60 juta raib digondol orang tidak dikenal. Rosyadi (40), pemilik uang tersebut yang bmerupakan Ketua Kelompok Tani, Desa Tebedak II, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir (OI), terkejut atas hilangnya uang tersebut.

Anehnya, korban belum mau melapor ke pihak berwajib, usai kejadian Rabu (4/12) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB.

Informasi yang didapat, Rabu, dinihari, seperti biasa di Desa Tebedak II melakukan penimbangan karet. Usai penimbangan itu dilakukan pelelangan karet yang melibat para petani berduit alias tauke.

Saat itu, Dwi, tauke  karet  dari Desa Tambang Rambang, Kecamatan Rambang, Ogan Ilir berhasil memenangkan pelelangan getah karet  karena melakukan menawaran  tertinggi dan dinyatakan berhasil memboyong getah sekitar 70 ton dengan menyerahkan uang Rp 60 juta.

Uang tersebut lalu diserahkan kepada Rosyadi selaku ketua kelompok dan disaksikan pengurus dan petani lainnya. Uang tersebut setelah diterima  diletakkan korban Rosyadi diatas meja.

Tiba tiba datang seorang lak dengan memakai jaket hitam dan pakai topi, secepat kilat merampas uang tersebut yang masih berada di dalam kantong plastik diatas meja  dan membawa kabur.

Rupanya  saat akan dikejar, pelaku banyak membawa teman yang  sudah menunggu di depannya, sehingga dengan mudah kabur menggunakan sepeda motor menuju arah PTPN VII Cinta Manis.

Kapolsek Tanjung Batu AKP Edhie Suratno ketika dikonfirmasi membenarkan adanya uang Rp 60 juta milik ketua kelompok tani Rosyadi hilang dibawa kabur orang tidak dikenal.

“Korban tidak mau melapor. Kita belum menyimpulkan apa itu perampokan atau pencurian biasa. Karena korban sendiri tidak mau melapor saat kita minta keterangan, dengan alasan mau mencari sendiri si pelakunya,” kata Kapolsek.

Kapolsek sendiri menduga kejadian itu pencurian biasa, karena uang yang dicuri berada di atas meja usai acara pelelangan. Namun yang menjadi pertanyaan, kenapa korban itu tidak mau melapor. “Seharusnya si korban sehingga polisi dapat melakukan penyelidikan,” ujar kapolsek.

 

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster