“Saya Tidak Membunuh, Saya Hanya Menyodomi”

 147 total views,  2 views today

Tersangka Fredi saat menjalani sidang di PN Palembang

Tersangka Fredi saat menjalani sidang di PN Palembang.

PALEMBANG, KS –Tersangka pembuhan sadis terhadap Muslim (7), bersikeras tidak pernah membunuh. Di hadapan majelis hakim yang diketuai Denson di Pengadilan Negeri (PN), Palembang, Rabu (4/12), kemarin.

Fredi menegaskan, dirinya hanya menyodomi Muslim dan tidak membunuh. “Saya memang menyodomi, namun, usai melakukan itu saya tidak lakukan apa-apa. Saya memang langsung pergi ke Jakarta, tapi bukan melarikan diri, namun untuk nerlibur,” kata Fredi.

Terkait baju yang terkena cipratan darah, Fredi juga tidak mengakui. Ia memang mengaku pernah mencuci baju di sungai di sekitar rumahnya. Namun, baju itu bukan terkena darah, melainkan terkena cipratan lumpur. Ia lakukan itu sesaat sebelum pergi ke Jakarta.

Dikatakan Fredi, ia mulanya memberi uang Rp 10 ribu kepada Muslim agar mau ikut ke rumah. Muslim pun mau dan disuguhi Playstation. Korban Muslim pun duduk tenang bermain Playstation di ruang tamu rumah Fredi.

Saat Muslim asyik main PS, Fredi mulai menyodomi Fredi. Diakui Fredi, tidak ada perlawanan yang diberikan Muslim saat disodomi Fredi. Puas menyodomi Muslim, Fredi keluar dari rumah dan langsung ke Jakarta.

“Saya tinggalkan dia sendirian di rumah. Saat saya tinggalkan, dia masih hidup dan tidak ada luka apa-apa,” kata Fredi.

Hakim yang mulai kesal dengan Fredi mencoba mencari cara lain supaya Fredi mengakui perbuatannya. Salah satunya dengan mempertanyakan bagaimana perasaan Fredi jika nantinya Muslim memberi tahu banyak orang bahwa Fredi telah menyodomi dirinya.

Lagi-lagi, Fredi tidak mengakui perbuatannya. “Saya tidak malu jika nantinya orang tahu saya sudah menyodomi anak kecil. Pasalnya, saya ini jarang bergaul dengan banyak orang,” kata Fredi.

Selain buat hakim kesal, Fredi yang terus menolak juga memancing emosi keluarga Muslim yang menyaksikan jalannya sidang. Seorang pria berusia 35 tahunan tak mampu menahan emosinya dan nekat mencoba mendekati Fredi yang masih duduk di kursi pesakitan.

Sambil berteriak dan menunjuk Fredi, pria berkaca mata yang diketahui pamannya Muslim itu terus merengsek maju. Beruntung, upayanya berhasil dihentikan keluarga yang lain.

Heni, ibu Muslim, juga tak kuasa menahan emosi.

Beberapa kali ia menganggu jalannya sidang dengan berteriak di tengah persidangan. Puncaknya, ia melempar secangkir air mineral yang belum dibuka kemasannya ke arah Fredi. Lemparan Heni mengenai kepala Fredi cukup telak.  Tak ingin lebih parah, petugas langsung membawa Fredi ke ruang tahanan PN Palembang.

Sebelum mendengarkan keterangan Fredi, sidang terlebih dahulu memanggil adik kandung Fredi, Efriyanti, untuk memberikan kesaksian.

Dikatakan Efriyanti, kakak sulungnya itu memang pernah dirawat inap di RS Ernaldi Bahar. “Kakak saya memang pernah dirawat inap di RS Ernaldi Bahar Oktober 2011. Kurang lebih, dia dirawat di sana delapan hari,” kata Efriyanti.

Dilanjutkan Efriyanti, setelah keluar dari RS Ernaldi Bahar, belum ada pernyataan dokter yang menyatakan Fredi sehat. Fredi pun tetap disarankan minum obat dan rutin periksa ke rumah sakit.

Fredi dilaporkan menghabisi nyawa Muslim di kediamannya beberapa waktu lalu. Muslim dibunuh dengan disayat pertunya hingga usus terburai keluar. Usai melakukan itu, Fredi kabur ke Jakarta untuk menghilangkan jejak.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster