Nasib SP2J Belum Jelas

 300 total views,  2 views today

Trans Musi

Trans Musi

PALEMBANG, KS-Kelanjutan nasib PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), sampai saat ini belum jelas.  Rencana peleburan beberapa perusahaan daerah yang selama ini di induki SP2J menjadi PT Holding Palembang, juga belum memiliki kepastian.

Wali Kota Palembang, Romi Herton yang dibincangi usai rapat paripurna DPRD Kota Palembang, Rabu (4/12), juga enggan memberikan komentar bagaimana nasib PT SP2J kedepan.

Orang nomor satu di Palembang ini, juga menolak memberikan statemen, terkait hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumsel terhadap keuangan PT SP2J.

Ketika ditanya, adanya penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang sebesar Rp 11, 3 miliar untuk PT SP2J, Romi tidak memberi tanggapan apapun. Romi justru mengalihkan jawaban lainnya, mengenai pinjaman lunak bagi masyarakat.

Sebelumnya, Romi mengatakan telah memiliki solusi untuk kelanjutan PT SP2J. Perusahaan yang memiliki beberapa unit usaha, seprti PLTG, bank perkreditan, serta Transmusi tersebut telah mengeluarkan modal cukup besar. Bahkan saat ini bunga pinjaman saja, sudah mencapai Rp 40 miliar.

“Tunggu hasil audit BPK. Kita juga akan minta arahan BPK, langkah apa yang harus diambil. Apakah kita akan mendirikan PT Palembang Holding atau tidak, tergantung dengan hasil audit,” kata Romi saat itu.   Tapi ketika audit sudah selesai, Romi tidak berkomentar.

Sementara itu, Ketua BPK RI Perwakilan Sumsel, Novy GA Palenkahu ketika dibincangi, kemarin,  telah memberikan arahan untuk mereview kembali unit usaha yang ada ditubuh Pt SP2J.

Novy menyebutkan, perusahaan tidak perlu ditutup karena perusahaan yang dipimpin oleh mantan Sekda Marwan Hasmen itu, tidak dinyatakan pailit atau kolaps. Apalagi karena ada unit usaha seperti Transmusi, yang saat ini keberadaaannya sudah dirasakan masyarakat luas.

Novy meminta agar ada ketransparanan dari direksi, mengenai anggaran yang masuk. Karena dari auditnya, sangat tidak jelas, karena semuanya tercampur. ” Tidak jelas untuk kepentingan apa, untung ruginya tidak jelas. Untuk SP2J harus di review, mana yang sebaiknya dikedepankan,” ujarnya.

Menurut Novy, hal yang ditekankan terkàit PLTG, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, dapat mengambil langkah-langkah tepat. Karena bila salah, dikhawatirkan akan menimbulkan kerugian yang lebih besar. ” Dalam hal ini, inspektorat juga akan dilibatkan dalam mengawasi SP2J,” ucapnya.

Novy menyayangkan, dana yang dikucurkan selama ini cukup besar, untuk itu akan dikaji dengan sebaik-baiknya. Apakah dengan ditutup perusahaan tidak lagi merugi. “Pada prinsipnya pemerintah Kota Palembang menyambut baik dengan arahan itu,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster