Investor Terjebak Padat Modal

 204 total views,  2 views today

28-4-2013----investor-oke

Ilustrasi

PALEMBANG KS-Kondisi investasi di Sumatera Selatan (Sumsel) masih terjebak di sektor industri hulu dengan jenis investasi padat modal dan tidak begitu banyak menyerap tenaga kerja.

Data yang dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Sumsel menyebutkan, investasi daerah saat ini lebih didominasi investasi padat modal dengan komposisi 65 persen investasi padat modal dan 35 persen investasi padat karya.

“Begitulah kondisi investasi di provinsi ini. Investasi yang ada justru banyak yang terjebak dengan padat modal,” cetus Permana Kepala Badan Promosi, Perizinan, dan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) usai menghadiri Rapat Peningkatan Koordinasi bidang penanaman modal dengan instansi pemerintah dan dunia usaha di Hotel Azza Palembang, Rabu (4/12).

Ucap Permana, maraknya investasi padat modal itu mengakibatkan timpangnya neraca perdagangan daerah dengan besarnya volume impor dibanding ekspor. Sehingga tidak begitu menguntungkan perekonomian daerah.

Bahkan, pola pikir pengusaha yang ingin memperoleh keuntungan secara instan merupakan salah satu penyebab sulitnya menarik investasi padat karya. Industri padat karya sendiri cenderung berorientasi ke komoditi pertanian, perkebunan, sepatu, tekstil, rokok, dan lain sebagainya.

“Namun ini kita harapkan selain meraup keuntungan pengusaha, juga diharapkan memperhatikan keberlangsungan usahanya. Karena disaat permintaan berkurang, usaha padat modal terancam stagnan terlebih dalam menghadapi even Trade ASEAN Community pada 2015 mendatang,” terangnya.

Sambung Permana, pada 2014 nanti ditargetkan investasi industri padat karya ini akan naik 10-15 persen dari yang sebelumnya hanya mencapai 8 persen. Untuk itu, Sumsel memfokuskan peningkatan investasi sektor industri hilir padat karya yang dianggap sebagai salah satu langkah antisipasi untuk menghadapi ekonomi regional dan upaya penyerapan tenaga kerja.

“Beberapa sektor industri padat karya uang mulai akan berjalan ditahun depan diantaranya industri pabrik seperti insdustri elektronik. Sekarang pun sudah ada pabrik keramik PT Arwana berlokasi di daerah Ogan Ilir. Perusahaan sudah banyak menyerap kurang lebih seribu tenaga kerja dari penduduk lokal,” tutupnya.

 

TEKS       :IMAM MAHFUZ

EDITOR :RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster