Dirut PD Pasar Akan Dipanggil

 234 total views,  2 views today

Ilustrasi Pasar 16 Ilir Palembang | Dok KS

Ilustrasi Pasar 16 Ilir Palembang | Dok KS

PALEMBANG KS-Terkait Permasalahan antara PD Pasar Palembang Jaya dengan pengembang Pasar Kuto Palembang CV Jevanda Brother Komisi II DPRD Palembang akan segera memanggil Dirut PD Pasar.

Ketua Komisi II DPRD Palembang Aidil Adhari mengatakan, sebenarnya pihaknya tidak mengetahui pasti permasalahan mereka, yang pasti dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pihak PD Pasar Palembang Jaya untuk dimintai penjelasan terkait masalah tersebut.

“Kalau tidak salah masalah perjanjian BOT, tapi kami belum tahu secara pasti permasalahan tersebut,”ujarnya, Rabu (4/12).

Disinggung soal apakah di perbolehkan, jika sudah ada BOT, kemudian dibatalkan ? Aidil menjawab, harus sesuai dengan perjanjian. Maksudnya kalau memang sudah ada BOT tidak bisa diputus secara sepihak.

“Kami juga masih bertanya apa penyebab di putusnya BOT tersebut, makanya kita akan tanyakan langsung kepada Dirut Pasar, kenapa diputus sepihak,”katanya.

Terkait keluhan pedagang Pasar Kuto yang merasa dirugikan karena atap bocor dan menyebakan banjir, Aidil menyebutkan pihaknya akan segera meninjau ke lokasi.

“Hari ini, Kamis (5/12) kami akan tinjau kelapangan bagaimana kondisi pasar tersebut, seharusnya koordinasi dulu, jangan diputus sepihak, kalau seperti itu namanya mau menang sendiri,”tegasnya.

Sebelumnya, Manager CV Jevanda Brothers, Febriyanto, sangat menyayangkan adanya penghentian sepihak yang di lakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) terhadap revitalisasi Pasar 16 Ilir dan Pasar Kuto Palembang.

“Pembangunan pasar Kuto tersebut. Mulai dibangun sejak 1 Mei oleh PT Gandha Tata Perima (GTP) selaku pemegang proyek tersebut, kemudian di putus kerjasama mulai 1 Agustus, hingga ISG selesai. Namun sampai kini tak kunjung di jawab apakah harus dilanjutkan atau tidak,”katanya.

Sementara itu sebelumnya, Dirut PD Pasar Palembang Jaya Apriadi Ces Busri membenarkan adanya penghentian pengerjaan Pasar Kuto tersebut, namun segala retribusi Pasar Kuto masih di ambil alih oleh pihak mereka.

“Seharusnya mereka tidak usah lagi menangani hal tersebut, walaupun mereka masih menyetorkan ke PD Pasar,”katanya.

Disinggung apakah ada rencana koordinasi antara PD Pasar dengan PT GTP dalam waktu dekat, Apriyadi menjawab, tidak akan ada koordinasi lagi, karena menurutnya proses perbaikan sudah di hentikan.

“Kita sudah stop, dan tidak akan ada lagi komunikasi, sekarang kita tunjuk kepala Pasar baru,”tukasnya

TEKS : ALAM

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster