Curah Hujan Tinggi, Petani Cabe Menjerit

 374 total views,  2 views today

Kebun Cabai di PALI

Kebun Cabai di PALI | Indra SH

PALI | KS –Tingginya curah hujan yang terjadi Kabupaten Penukal Abab Pematang Ilir (PALI), mengakibatkan petani cabai menjerit. Produk pertanian yang bercita rasa pedas ini sangat terasa pedas bagi petaninya.

Menurunnya jumlah panen cabai mengakibatkan para petani merugi. Alhasil, berimbas pada pemenuhan kebutuha hidup.

Naimin (57), salah satu petani cabai di bilangan Simpang Bandara, Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, mengeluhkan tingginya curah hujan akhir-akhir ini.  Kakek dua cucu ini mengeluh karena tanaman cabainya rusak.

Petani cabai yang bercocok tanam di sebuah lahan di Jalan Raya Pendopo – Belimbing ini mengatakan, tingginya curah hujan pada awal musim penghujan kali ini telah mempengaruhi pertumbuhan tanaman cabainya hingga berimbas ke kualitas dan kuantitas cabai saat panen.

“Kalau hari biasa (musim kemarau -red) hasil panennya lumayan, bisa 10 sampai 15 kg dalam sekali panen. Kalau kondisi sekarang cuma 5 kg karena buahnya berkurang,” ungkap Naimin, ditemui di kebunnya, Rabu (4/12).

Menurutnya, di saat musim penghujan, kondisi tanah cenderung mengalami perubahan sehingga memberikan pengaruh terhadap tanaman cabai. Kondisi daun cabai menjadi keriting serta adanya penyakit seperti jamur.

“Kalau musim hujan tanah lebih banyak menyerap air dan cepat padat,” jelas Naimin seraya mengatakan, kalau saat ini dia memiliki tanaman cabe sebanyak 300 batang di atas lahan garapannya.

Ia menambahkan, harga cabai di pasaran saat ini mengalami penurunan Rp28 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp40 ribu perkilogram.

“Kalau harga mahal kemarin, Alhamdulillah bisa membantu kebutuhan keluarga. Sekarang agak sulit karena harga cabe sudah turun. Saya biasa menjual hasil panen (cabe.red) di pasar Pendopo,” tuturnya.

Untuk itu, Naimin berharap agar pemerintah setempat dapat memberikan perhatian terhadap kondisi  yang sedang terjadi saat ini.

“Ya, kita berharap kondisi ini bisa cepat berubah. Kita juga berharap pemerintah bisa memberikan bantuan kepada petani-petani yang sedang mengalami nasib seperti saya ini,” harapnya.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster