50 % APBD untuk Bayar Gaji Guru

 212 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG, KS-Dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang 2014, sebesar Rp 2,88 triliun, hampir 50 persennya dianggarkan untuk Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikopra) Palembang.

Sayangnya dari Rp 1,2 triliun, anggaran yang dialokasikan untuk Disdikpora pada APBD Kota Palembang tersebut, hanya sebagian kecil untuk peningkatan kualitas pendidikan, seperti infrastruktur sekolah.

Ketua DPRD Kota Palembang,  Ahmad Novan menyebut, dari Rp 1,2 triliun anggaran untuk Disdikpora, Rp 1 triliunnya dihabiskan untuk membayar gaji tenaga pengajar.  ” Menurut kami, itu masih wajar.  Karena biaya tidak langsung, yakni untuk gaji guru cukup besar,” katanya dibincangi sidang paripurna penetapan APBD Kota Palembang 2014, Rabu (4/12).

Politisi Partai Demokrat tersebut menyebut, pada APBD Kota Palembang 2014, untuk anggaran belanja langsung sebesar 60 persen. Sementara belanja tidak langsung sebesar 40 persen. Sementara alokasi di Pemkot Palembang, anggaran belanja langsung Rp 1,4 triliun, sedangkan belanja tidak langsung mencapai Rp 1,487 triliun dari total APBD Rp 2,88 triliun.

“Selain itu, penyerapan APBD yang besar lainnya di Dinas Penerangan Jalan Pemakaman dan Pertamanan (DPJPP), dengan besaran Rp 114 miliar.  Kemudian Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) dan PSDA Rp 280 triliun, Dinas PUCK Rp 100 miliar, Dinas Kebersihan Kota (DKK) Rp 80 miliar,” bebernya.

Novan berharap, tingginya anggaran di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tersebut dapat di maksimalkan untuk  pembangunan di Kota Palembang. “Untuk Disdikpora,  karenanya separuh APBD kita terserap disana maka diharapkan bisa memaksimalkan anggaran itu, untuk peningkatan kualitas pendidikan di Palembang,” ujarnya.

Kucurkan Bantuan

Sementara itu, Wali Kota Palembang, Romi Herton mengatakan, semua anggaran di APBD Palembang 2014, akan ditujukan kepada pelayanan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan dan lain sebagainya.

Selain itu jelas Romi, pada APBD Kota Palembang 2014 juga dianggarkan dana untuk bantuan pinjaman bagi pengembangan usaha kecil dan menengah di Palembang sebesar Rp 10 miliar.  “ Pinjaman tersebut, nantiny akan kita berikan tanpa bunga kepada UKM di Palembang,” jelas Romi.

Romi menjelaskan, untuk mendapatkan dana pinjaman tersebut masyarakat bisa mendatangi kelurahan untuk mengurus administrasinya. ” Tapi masyarakat yang meminjam harus jelas, maksudnya usahanya.  Misalnya usaha pemeliharaan itik, harus lengkap dengan kolam dan lahannya, dananya sekitar Rp 5-20 juta setiap unit usaha,” bebernya.

Adapun prosedur lainnya, Romi menambahkan, untuk menampatkan dana tersebut tidak bisa perorangan, melainkan harus ada lima kelompok usaha. “Dengan begitu, dari  lima kelompok usaha tersebut ada yang mengkoordinir, dan bertanggungjawab atas pinjaman tersebut,”tukasnya .

 

TEKS              :  ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster