Sungai Sebagut Meluap, Tiga Desa Terendam

 273 total views,  2 views today

Rumah salah seorang warga yang terendam banjir

Rumah salah seorang warga yang terendam banjir | Indra SH

PALI | KS –Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Panukal Abab Pematang Ilir (PALI), dalam tiga hari terakhir menyebabkan Sungai Sebagus di Kecamatan Penukal meluap.

Akibatnya, tiga desa terendam banjir. Ketiga desa tersebut adalah Desa Purun dan Desa Babat, Kecamatan Penukal dan Desa Panta Dewa, Kecamatan Talang Ubi.

Dari ketiga desa tersebut, Desa Purun, Kecamatan Penukal paling parah. Sedikitnya 50 rumah warga terendam. Bahkan jalan raya pun ikut tergenang.

Aktifitas warga pun menjadi terganggu. Jalan provinsi yang menghubungkan Simpang Belimbing – Sekayu terputus. Genangan air yan mencapai paha orang dewasa membuat kendaraan tidak bisa melintas.

“Kalau mau lewat, harus memutar melewati jalan Pertamina. Tapi jalannya masih tanah, resikonya berlumpur,” jelas Herianto, Kepala Desa Purun.

Beberapa sepeda motor harus diangkut menggunakan ban karet. Setiap sepeda motor dikenakan Rp 50.000,- untuk sekali menyeberang.

“Titik paling parah itu di Jembatan Sungai Sebagut. Di jalan itu tinggi air mencapai paha orang dewasa,” jelasnya.

Selain menyebabkan kendaraan tidak bisa lewat, genangan air juyga sampai ke tengah pemukiman. Sedikitnya 50 rumah di dekat balai desa terendam banjir.

“Warga yang rumahnya terkena air, sementara waktu pindah kerumah warga yang masih aman,” tambah Anto.

Anto juga menjelaskan, Sungai Sebagut yang melintasi tiga desa itu memang selalu meluap saat musim hujan. Namun untuk musim hujan tahun ini ketinggian air di luar perkiraan warga. “Biasanya tidak sampai masuk dusun seperti ini,” ungkap Anto.

Sementara itu, Plt Camat Penukal Asrohi SSos MH saat dijumpai wartawan, mengaku kesulitan untuk meninjau lokasi banjir karena kendaraannya tidak bisa melintas.

“Dari pagi kita mau kesana, tapi bisa lewat,” kata Asrohi yang juga Kabag Tata Pemerintahan itu.

Meski demikian, jelas Asrohi, dirinya sudah memerintahkan staf kecamatan untuk meninjau lokasi banjir. Asrohi juga menghimbau kepada warga agar berhati-hati. “Kita himbau agar warga dapat menjaga anak-anaknya. Jangan sampai asyik mandi sehingga hanyut. Ini sangat berbahaya,” tambah Asrohi

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster