Revitalisasi Pasar 16 dan Kuto Terganggu

 399 total views,  2 views today

 

//Pemkot Hentikan Perjanjian BOT Sepihak

PALEMBANG KS-Manager CV Jevanda Brothers, Febriyanto, sangat menyayangkan adanya penghentian sepihak yang di lakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini PD Pasar terhadap revitalisasi Pasar 16 Ilir dan Pasar Kuto Palembang, pada 1 Agustus lalu.

“Seharusnya Pemkot melalui PD Pasar melakukan koordinasi dahulu dengan kami, jangan asal stop saja,”ungkap Febriyanto, Selasa (3/12).

Febri yang juga mewakili PT Gandha Tata Perima (GTP) selaku pemegang proyek tersebut mengatakan, perjanjian perbaikan Pasar 16 Ilir dengan Pasar Kuto dimulai dari Januari 2013 lalu, dan mulai dikerjakan Mei 2013. Serta dalam perjanjian kerjasama Build Operate Transfer (BOT) tersebut, pengelolaan dan operasional ke dua pasar ini jadi wewenang dan tanggung jawab kami.

“Tapi, pada 1 Agustus, PD Pasar menyurati kami, yang berisikan penghentian segala kegiatan sampai ISG selesai, namun sampai sekarang belum diperintahkan untuk dilanjutkan kembali,”keluhnya.

Selain itu, Febri menyebutkan, jika Pemkot atau PD Pasar ingin menghentikan semua perjanjian BOT antara Pemkot dengan PT GTP, Seharusnya jangan sepihak.

“Ini sudah jelas hukumnya, kalau memang mau dihentikan, harus ada persetujuan kedua belah pihak atau bisa juga berdasarkan putusan pengadilan yang ingkrah,”katanya.

Untuk itu, Febri berharap, Pemkot segera mengambil tindakan yang tegas. Apakah proyek ini harus di lanjutkan atau tidak.

“Untuk anggaran pasar Kuto saja kami anggarkan 17 miliar, dengan rincian 2 lantai gedung, mari kita duduk bersama untuk membicarakan masalah ini,”ujarnya

Febri menambahkan banyak dampak akibat penghentian kegiatan tersebut, diantaranya Pasar jadi banjir akibat diguyur hujan dan banyak lagi dampak negatif lainnya.

“Pedagang di Pasar Kuto ini sangat dirugikan, karena keadaan pasar yang sering banjir karena atap yang sudah banyak dibongkar, sementara pengerjaan di hentikan,”bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi Ces Busri membenarkan adanya penghentian pengerjaan Pasar Kuto tersebut, namun segala retribusi Pasar Kuto masih di ambil alih oleh pihak mereka.

“Seharusnya mereka tidak usah lagi menangani hal tersebut, walaupun mereka masih menyetorkan ke PD Pasar,”katanya.

Disinggung apakah ada rencana koordinasi antara PD Pasar dengan PT GTP dalam waktu dekat, Apriyadi menjawab, tidak akan ada koordinasi lagi, karena menurutnya proses perbaikan sudah di hentikan.

“Kita sudah stop, dan tidak akan ada lagi komunikasi, sekarang kita tunjuk kepala Pasar baru,”tukasnya.

TEKS : ALAM

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster