PU BM Gunakan Teknologi Folder Air

 232 total views,  2 views today

Genangan Banjir | Bagus Park

Genangan Banjir | Bagus Park

PALEMBANG, KS-Untuk mengatasi banjir di Palembang, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kota Palembang, akan menerapkan teknologi baru, yakni pembuatan folder air, sebagai resapan untuk meminimalisir banjir.

Kepala Dinas PU BM dan PSDA Palembang, Dharma Budhi menyebut, untuk tahap pembuatan folder air tersebut akan dibangun di halaman kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel).

Pihaknya kata Budhi, sudah berkoordinasi dengan pemprov, untuk pembuatan folder air tersebut. ” Folder air yang kedua, akan kita bangun di Komplek Perumahan Bukit Sejahtera, Polygon,” jelas Budhi ketika dibincangi usai peringatan Hari Bhakti PU ke – 68, Selasa (3/12) di  halaman kantor Dinas PU BM dan PSDA Palembang.

Menurut Budhi, penerapan teknologi baru tersebut diharapkan bisa mengurangi genangan air di dua kawasan tersebut. ” Selama ini kan kedua kawasan tersebut, rentan banjir. Dengan adanya terobosan baru ini, kita yakin disana  tidak lagi mengalami banjir, “ ucapnya.

Budhi menjelaskan, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, adanya folder tersebut mampu mengatsi banjir. Folder air sendiri jelasnya, adalah alat penampungan air berupa tangki. “Namun untuk menaruh berapa banyaknya tangki tersebut, harus disesuaikan dengan lokasinya,” bebernya.

Ia menerangkan, sistem ini bekerja dengan menggunakan pompa. Saat banjir datang, air akan di sedot dan dialirkan ke daerah lain.  “Petugas PU BM akan stand by selama 24 jam di suatu kawasan, untuk mengatisipasi banjir ketika curah hujan tinggi,” imbuhnya.

Selain itu, Budhi menambahkan, pihaknya saat ini juga sudah memiliki tujuh unit pompa untuk menanggulangi banjir, yang tersebar di Palembang. ” Namun,  tujuh pompa tersebut masih kurang, untuk masalah banjir di Palembang. Karena itu, kita anggarkan di tahun 2014, untuk pengadaan pompa tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Palembang Romi Herton menyebut,  banjir di Palembang masih belum separah di Jakarta. Sehingga persoalan banjir di metropolis menurutnya, masih bisa ditanggulangi.  Salah satu caranya jelas Romi, dengan sistim pompanisasi.

Namun jumlah pompa yang dimiliki, belum memadai untuk menangani banjir di Palembang. ” Sekarang yang tersedia baru tujuh pompa, sebenarnya kita butuhkan lebih dari 15 unit pompa,” ungkap Romi.

Romi juga menerangkan, banjir di kota empek-empek ini tidak sepenuhnya karena faktor alam, atau bencana tahunan saja. Menurutnya banyak sekali hal-hal yang dilanggar oleh masyarakat, sehingga menyebabkan terjadinya banjir.

” Misalnya membuang sampah sembarangan. Selain itu masih ada juga faktor lainnya, seperti masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan Perda Rawa,” tukasnya .

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster