Polda dan BNN Sumsel Waspadai Sabu Merah

 856 total views,  2 views today

Ilustrasi Sabu

Ilustrasi Sabu

PALEMBANG, KS –Sejak tertangkapnya pemilik sabu merah oleh Polda Metro Jaya awal November 2013 lalu, Polda dan BNN Sumsel mulai waspada. Sebisa mungkin, serbuk haram berwarna merah itu tidak sampai di tangan masyarakat Sumsel.

Kabid Humas Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova, mengatakan hingga saat ini, dari pelaku narkoba yang ditangkap, Polda Sumsel belum menemukan adanya penyimpanan atau pun peredaran sabu merah di Sumsel

“Sejauh ini, baru sebatas sabu biasa yang beredar di Sumsel. Kita sendiri sudah menerima informasi terkait ciri khas sabu merah,” kata Djarod.

Dilanjutkan Djarod, pihaknya akan menindak tegas jika menemukan pengedar sabu merah. Begitu berhasil menangkap pengedarnya, jaringan pengedar yang lain akan segera dicari keberadaannya sebelum sabu merah merebak luas seperti halnya sabu biasa.

“Sabu merah kan lebih membahayakan ketimbang sabu biasa. Begitu kita tahu pengedarnya, akan segera ditindak dan dikembangkan demi mencegah sabu jenis ini menyebar luas di kawasan Sumsel,” kata Djarod.

Hanya saja, Djarod menduga, sabu merah akan sulit beredar di Sumsel. Harganya yang lebih mahal dari jenis sabu biasa membuat sabu merah hanya bisa diedarkan bandar dan pembeli narkoba kelas atas.

“Tiap gramnya harga mencapai Rp 2 jutaan. Jenis sabu bisa paling Rp 1 juta. Sebab itu, sabu merah hanya bisa dinikmati kalangan atas. Tidak seluruh kalangan mampu membeli sabu merah yang asli sehingga perederan  sabu jenis ini tidak seluas jenis sabu yang biasa,” tuturnya.

Meski demikian, Polda Sumsel Sumsel tidak memandang remeh peredaran sabu dan tetap super waspada, terutama dalam memeriksa pendatang dari luar Sumsel di bandara.

“Kadar afetaminnya lebih tinggi dari sabu biasa. Sebab itu, sabu merah lebih berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Ini yang membuat harganya lebih mahal ketimbang jenis sabu yang lain,” Djarod.

Untuk itu, warga Sumsel dihimbau untuk berhati-hati dan berfikir cerdas untuk tidak membuang uang hanya untuk merusak diri sendiri dengan membeli sabu merah. Apalagi, sabu merah lebih berpotensi mematikan ketimbang jenis sabu biasa.

“Meski harganya mahal, kita tidak akan menganggap remeh jenis sabu ini. Soalnya, siapa saja yang sudah terjebak di dunia naerkotika, terkadang, uang bukanlah hal yang sulit,” terang Djarod

Sementara itu, Kasubag Perencenaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Selatan, Khairul mengatakan, pihaknya sudah mengetahui mulai beredarnya sabu merah di Jakarta. BNN Sumsel pun sudah menerima informasi terkait ciri khas dan bahayanya sabu merah jika dipakai manusia dalam jumlah berlebihan.

Hingga saat ini, lanjut Khairul, belum ditemukan peredaran sabu merah di seluruh kawasan Sumsel sejak terkuaknya penemuan sabu ini di Jakarta awal bulan lalu.

Seperti halnya jenis narkotika yang lain, BNN Sumsel akan super waspada dan akan menindak si pelaku jika nantinya menemukan adanya tanda-tanda peredaran sabu merah di Sumsel.

“Setiap ada jenis narkoba baru, BNN di masing-masing provinsi akan menerima instruksi dari BNN pusat tentang penemuan jenis narkoba baru. Sebelumnya, BNN pusat menerima informasi itu dari badan narkotika internasional. Terkait sabu merah, kita sudah mengantongi ciri khasnya,” kata Khairul.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster