Pemkot Terkendala Pembebasan Lahan

 228 total views,  2 views today

*Pembangunan Rumah Murah

PALEMBANG, KS-Di Palembang, masih terdapat sejumlah kawasan kumuh. Pengentasan kawasan kumuh ini menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) Kota Palembang, Ana Heryana, menjadi salah satu fokus pihaknya.

Sejumlah program sebutnya, sudah dilakukan. Salah satunya, dengan membangun rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tahun depan menurut Ana, Dinas PU CK kata Ana, akan membangun kembali rumah murah untuk MBR.

Rumah murah tersebut bebernya, akan dibangun di Jalan Jaya Laksana, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I. Di lokasi itu sebelumnya, pemkot sudah membangun 147 unit rumah. “Namun, kita terkendala untuk pembebasan lahan. Padahal kebutuhan rumah bagi MBR di Palembang, masih cukup tinggi,” kata Ana ketika dibincangi, Selasa (3/12).

Ana berharap kedepannya, untuk segala proses pembebasan lahan maupun proses pembangunan agar lebih baik lagi, dengan cara kerjasama antara Pemkot Palembang dengan pemerintah pusat. ” Kita harapkan, setiap tahun kawasan kumuh di Palembang terus berkurang, dengan adanya perumahan yang layak, namun tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan,  Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), akan memberikan penghargaan Adiupaya Puritama bidang penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman, kepada pemerintah daerah (pemda) yang berhasil mendorong serta meningkatkan program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, untuk mengentaskan pemukiman kumuh.

Palembang bebernya, masuk tiga besar dalam penerima penghargaan tersebut.  Menurut Ana, nantinya Palembang akan bersaing dengan dua kota metropolitan di Indonesia yakni Bandung dan Jakarta Selatan.

“Kita optimis mampu meraih penghargaan tersebut, walaupun ke dua kota tersebut saat ini sedang berkembang pesat untuk mengentaskan pemukiman kumuh di wilayahnya masing-masing,” ujar Ana optimis.

Ana menjelaskan,  untuk meraih penghargaan tersebut harus melalui berbagai macam proses, mulai dari kebersihan sampai dengan inovasi yang di lakukan oleh pemerintah setempat. ” Kita bisa masuk tiga besar, sudah melalui proses penilaian lapangan yang dilakukan oleh tim juri, “ ucapnya.

Pemkot bebernya, juga di undang oleh Kemenpera untuk proses penilaian kedua, yakni presentasi kepala daerah tentang penyelenggaraan perumahan dan kawasan pemukiman terkait dengan kriteria penilaian dari Kemenpera.

” Insya Allah, yang akan mempresentasikannya wali kota. Karena untuk melakukan prestasi tersebut, ada penilaianya. Misalnya presentasi dilakukan oleh wali kota akan mendapat poin 100, wakil wali kota poin 75, asisten poin 50,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster