Pedagang Helm Mulai Menjamur

 306 total views,  2 views today

Grosiran-RMM-di-Jln-Prof.Dr-Hamka-Air-Tawar-Padang

Grosiran RMM di Jln Prof.Dr Hamka Air Tawar Padang

PALEMBANG | KS-Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan kendaraan roda dua di Kota Palembang berimbas dengan menjamurnya pedagang helm. Selain itu kesadaran masyarakat untuk menggunakan penutup kepala juga meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga membuat para pedagang helm di Kota ini ikut menjamur bahkn hingga diruas jalan utama.

Dari hasil pantauan Kabar Sumatera, di kawasan Pusri dan Perumnas tanpak beberapa pedagang helm berjualan di ruas jalan utama, Kemudahan dalam bertransaksi menjadi daya tarik tersendiri para pedagang helm di pingir jalan utama tersebut untuk menarik pembeli.

“Lebih mudah karena pembeli tidak perlu turun dari kendaraannya untuk sekadar bertanya mengenai harga helm. Yang jelas lebih simple,” kata Febri, salah seorang pedagang helm di Jalan Hang Jebat Palembang, Selasa (3/12).

Selain itu, para pembeli tidak segan-segan menawar dengan harga murah karena penampilan dagangan yang sangat sederhana. Para pedagang hanya menjajahkan puluhan helm di atas meja panjang di pinggir jalan namun ada juga yang berjualan helmnya diatas mobil.

“Sambil lewat bisa langsung menawar. Kami pun tidak keberatan karena kemudahan seperti itu yang memang ditawarkan. Jika ke toko, umumnya pembeli malu menawar dengan harga murah sementara dengan dagangan seperti ini maka tidak sungkan-sungkan,” katanya.

Ia mengatakan, harga helm yang dijualnya lebih murah dari toko kisaran Rp70 ribu sampai Rp100 ribu, sesuai dengan ukuran dan merek helmnya.

“Barang yang saya peroleh ini dipasok dari Bandung caranya dengan mengirimkan uang secara transfer ke agen dan besoknya langsung dikirim ke Palembang,” ujarnya.

Sebanyak 17-20 helm terjual setiap hari minimal meraup keuntungan Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu tergantung dengan pembeli.

Sementara itu Ari yang juga pedagang helm yang berada di kawasan Perumnas mengungkapkan, dengan bertambahnya kendaraan bermotor setiap tahunnya membuat omzet penjualan helmnya meningkat. Dirinya mengaku, dalam sehari mampu meraup untung dari Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu perharinya.

“Kita jualan diruas jalan utama karena, ini salah satu strategi untuk menjemput konsumen,” ujarnya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster