Januari Pajak Rokok Diterapkan

 248 total views,  2 views today

Ilustrasi | Merdeka.com

Ilustrasi | Merdeka.com

//Target Realisasi Rp 260 M

PALEMBANG | KS-Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumatera Selatan mulai 1 Januari 2014 mendatang sudah menerapkan pajak rokok. Penentuan pajak rokok ini berdasarkan undang-undang No 28 tahun 2009, tentang pajak daerah dan retribusi daerah.

Kepala Bidang Sistem Informasi Pengelolaan Pendapatan Daerah, Dispenda Sumsel, H Zainuddin Ismail mengatakan perhitungan nilai pajak dilihat dari biaya bea cukai. Besarannya capai 10 persen dari biaya bea cukai yang tertera pada rokok.

“Dengan pajak ini tentu akan mengurangi biaya bea cukai yang masuk. Bisa jadi harga rokok juga akan naik,” katanya saat diwawancarai Harian Umum Kabar Sumatera, Selasa (3/12).

Namun, pihaknya belum tahu dengan penentuan ini apakah harga rokok akan naik, tergantung produsenya masing-masing. “Kita targetkan dari pajak rokok ini saja, dana yang bisa diserap capai Rp 260 miliar di tahun 2014 mendatang,” katanya.

Diungkapkan Ismail, selama ini sudah ada pajak dalam bentuk dana bagi hasil berupa bagi hasil cukai hasil tembakau (CHT). Dimana sepanjang 2013 target pendapatan dana CHT sebesar Rp 1,2 miliar namun hingga kini baru terealiasai 53 persen atau Rp 667,9 juta.

Setelah pemberlakuan pajak rokok, kata dia, tidak akan menghapus komponen dana CHT. Untuk pajak rokok sendiri, setelah dihitung berdasarkan dana bea cukai yang disetorkan ke negara, maka nilainya capai Rp 260,6 miliar hingga akhir 2014 mendatang.

“Jadi makin besar konsumsi rokok, maka dana yang kami dapat bisa lebih besar,” katanya.

Untuk pajak bahan bakar, kata dia, tahun depan ditargetkan naik hampir Rp 15 miliar, dari target Rp 460,79 miliar menjadi Rp 475 miliar.

“Untuk asumsinya, dihitung dari pergeseran harga, dan ditarik subsidi pemasangan dari radio frequency identification (RFID), “ katanya.

Mengenai pajak kendaraan roda dua dan roda empat, saat ini jumlah kendaraan yang beredar di Sumsel mencapai 2,7 juta, hampir 80 persen adalah kendaraan roda dua dan 20 persen dari kendaraan roda empat. Perhitungan jumlah pajak bahan bakar diambil dari 7,5 persen dari harga bahan bakar dikalikan dengan volume yang terserap.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster