Bekas Kades Nyaleg, Istri Jadi Pjs

 231 total views,  2 views today

Ilst.

Ilst.

KAYUAGUNG I KS-Sambil menyelam minum susu. Pepatah ini pun tepat dialamatkan pada bekas kepala desa yang kini mencari peruntungan nasib dengan mencalonkan diri menjadi anggota DPRD 2014 mendatang. Meski tak lagi jadi kades, namun jabatan yang mereka pegang tidak jatuh ke orang lain, melainkan istrinya yang menjadi Pejabat Sementara alias Pjs.

Sebut saja bekas kades Gading Sari, Mesuji Makmur  yang sebelumnya dipimpin, H Mahrim kini di Pjs-kan pada isterinya Hj Fatmawati. Sementara H Mahrim, kini tengah sibuk dengan pencalegkannya melalui Partai Demokrat.

Lalu, tak mau ketinggakan mantan kades Kampung Baru, Mesuji Makmur, Dani Sukino juga lebih mempercayakan jabatannya kepada isterinya  Rispita Wati. Sementara Dani Sukisno mundur sebagai kades, karena mencalonkan diri menjadi wakil rakyat yang juga dari Partai Demokrat.

Meski begitu, hal ini tidak melanggar aturan, namun suara sumbang tetap saja bermunculan diri warga setempat. Lantaran sebagian warga tentu ada yang tidak menerima dan diduga sarat kolusi dan nepotisme.

“Pasti roda pemerintahan desa dan kebijakan-kebujakan  akan tetap dilakukan oleh suaminya yang mengundurkan diri. Seharusnya yang layak jadi Pjs itu adalah Sekdes atau staf kecamatan. Bukan isteri kades,” ungkap  seorang warga Desa  Gading Sari yang enggan dituliskan namanya, Selasa (3/12).

Ia berkata, seharusnya BPMD harus mempertimbangkan lagi sebelum menyesetujui, karena hal ini terjadi di dua desa sekaligus.  Apakah tidak ada orang lain lagi, sehingga Pjs kades itu diserahkan kepada Isterinya. Dengan demikian bukan hanya roda pemerintahan desa yang masih dijalankan oleh mantan kades juga tentu syarat kepentingan politik.

“Kami minta penujukan Pjs kades itu ditinjau ulang lag,” pintanya.

Kepala BPMD     OKI,  Ali Amir melalui Kabid Pemerintahan Desa, H Zulfikri didampingi stafnya Andika membenarkan jika ada dua desa yang dipimpin oleh Pjs isteri mantan kades.

“Memang Kades Gading Sari dan Kampung baru, kecamatan Mesuji Makmur, mengundurkan diri, karena mencalonkan diri sebagai anggota dewan. Dan, Pjs kadesnya direkomendasikan Badan perwakilan Desa (BPD) setempat yakni isteri mantan kades masing-masing,” beber Zulkifli.

BPMD OKI sudah menyetujui hal itu, karena tidak ada aturan yang dilanggar, sesuai Perda  Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pilkades.

Jelas Zulfikri, ada tiga kriteria yang berhak untuk diajukan menjadi Pjs Kades, yakni yang pertama adalah perangkat desa, kemudian  staf kecamatan, dan  tokoh masyarakat.

“Di dalam Perda itu tidak ada aturan yang menjelaskan atau melarang Pjs kades itu dijabat keluarga mantan kades. Kita hanya mengecek berita acara rapat, SK persetujuan dari BPD, surat pernyataan bersedia diangkat jadi Pjs, dan lain-lain sudah lengkap,” kata Zulkifli seraya berucap untuk jabatan Pjs Kades ini masa jabatan dihitung paling lama satu tahun dan selambat-lambatnya enam bulan harus mempersiapkan  proses pilkades kembali.

TEKS:DONI AFRIANSYAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster