Anggaran Kebersihan Sungai Rp 80 Juta/Tahun

 304 total views,  2 views today

orang yang diterjunkan membasmi rumput dan enceng gondok yang menjadi parasit di tiang jembatan tersebut. Mereka menghayutkan rumput-rumput dengan parang dengan upah harian Rp 50 ribu per orang

Petugas diterjunkan membasmi rumput dan enceng gondok yang menjadi parasit di tiang jembatan di Kayuagung

KAYUAGUNG I KS-Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Cipta Karya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Hanafi ST mengungkapkan anggaran pemeliharaan sungan komering sebesar Rp80 juta per tahun dinilainya masih sangat minim. Untuk mencukupi sejumlah kegiatan pemeliharahan pihaknya mengaku meminta dana pribadi dari Kepala Dinas PU CK, HM Sujai ST.

Tegas Hanafi, saat ini sungai komering di kawasan Jembatan Kutaraya, Kayuagung situasinya  kotor ditumbuhi rumput dan enceng gondok di kedua tiang jembatan. Sehingga menyerupai lapangan sepakbola mini.

Berdasarkan Pantauan Harian Umum Kabar Sumatera di lokasi Selasa (3/12), sedikitnya 25 orang yang diterjunkan membasmi rumput dan enceng gondok yang menjadi parasit di tiang jembatan tersebut. Mereka menghayutkan rumput-rumput dengan parang dengan upah harian Rp 50 ribu per orang.

“Yo, pacaklah gaji kami ini makan untuk sepuluh hari,” cetus Yadi, pekerja yang sedang membersihkan rumput liar.

Kata Hanafi, pembersihan sungai Komering untuk kedua kalinya ini dilakukan untuk kawasan tiang jembatan yang disinggahi rumput. Untuk pembersihan rumputnya  bisa memakan waktu hingga sepuluh hari bahkan lebih. Dengan menelan dana sebanyak Rp10 juta.

“Dikit gawernyo, tapi biso menelan biaya Rp 10 juta. Jadi, aku heran kalo kebanyakan yang mempertanyoke dana anggaran kebesihan sungai itu. Padahal duit Rp 80 juta itu idak banyak,” ucap Hanafi dengan logat Palembang.

Seberapa sering kebersihan sungai diperhatikan dalam setahun? Hanafi menjelaskan setiap kondisi sungi terlihat kotor pihaknya selalu membersihkannya. “Jadi bukan hanya di kawasan jembatan saja, namun juga di aliran sungan kita bersihkan,” jawabnya.

Mengenai informasi  pembersihan sungai komering jarang dilakukan, sehingga ada dugaan dana Rp80 juta itu masih bersisa? Hanafi langsung menapik tudingan tersebut.” Mereka tu dak tahu bae, kapan kito membersihke sungai, lagian dana ini bae lagi sangat minim, kami malah yang nombok,” kilahnya.

TEKS:DONI AFRIANSYAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster