Agama, Jadi Landasan Wartawan

 345 total views,  2 views today

Dekan FDK IAIN RF Palembang, DR Kusnadi, MA, Saat menandatangani MoU, di Fakultas Dakwah IAIN RF. Foto ; Bagus Kurniawan

Dekan FDK IAIN RF Palembang, DR Kusnadi, MA, Saat menandatangani MoU, di Fakultas Dakwah IAIN RF. Foto ; Bagus Kurniawan

PALEMBANG, KS-Ruang Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi  (FDK) IAIN Raden Fatah (RF) Palembang, kemarin, Selasa (3/12) suasananya tak seperti biasa. Sebab kali itu, terjadi penandatangan Memorandum of Understanding (MoU), atau nota kesepakatan dan kesepahaman antara Harian Umum Kabar Sumatera (KS) dan FDK IAIN RF Palembang. Dengan kerjasama ini, Harian KS siap menjadi ‘tutor’ dan pembina mahasiswa FDK IAIN RF Palembang dalam bidang jurnalistik.

Dalam sambutannya,  DR Kusnadi, MA, Dekan FDK IAIN RF Palembang  mengatakan, dengan kerjasama ini mahasiswa di FDK IAIN RF secara periodik akan dimagangkan di Harian Umum KS. Tujuannya, menurut Kusnadi, mahasiswa dapat mempraktikkan teori akademik yang sudah didapat di bangku kuliah.

“Kalau selama ini mereka sudah dapat teorinya pada saat kuliah, maka nantinya jika mereka sudah magang di Kabar Sumatera, akan mengetahui bagaimana menerapkan teori jurnalistik dalam media umum. Kita berharap, Kabar Sumatera dapat berbagi ilmu kepada para mahasiswa jurnalistik, sehingga mereka mengetahui bagaimana proses yang dijalani wartawan dalam mengelola koran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kusnadi mengatakan, dengan dasar nilai-nilai agama yang sudah dimiliki oleh mahasiswa secara akademik, diharapkan dapat ikut mewarnai perilaku mahasiswa dalam menjalankan kegiatan jurnalistiknya. “Di kampus ini sudah ada dasar agama, sehingga kita harapkan dengan bekerjasama dengan Kabar Sumatera, kita berharap dari Fakultas Dakwah akan lahir jurnalis yang melandasi kewartawanannya dengan moralitas agama dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan. Sebab jurnalis adalah penebar kebaikan, jadi mahasiswa yang ingin jadi jurnalis harus mendasari tulisannya dengan kebaikan, sehingga bermanfaat bagi banyak orang,”  tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nana Eka Nugraha, General Manager (GM) Harian KS Palembang mengatakan, hadirnya media massa, dapat beriring dengan peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Sebegai pusat kader gerakan perubahan, menurut Nana, sudah seharunsya jika mahasiswa juga memanfaatkan media massa sebagai ruang untuk melakukan perubahan. “Dalam kondisi sekarang, mahasiswa harus bisa ikut andil dalam melakukan perubahan melalui media massa. Sebab media massa merupakan alat strategis dalam pembentukan opini, sehingga mahassiwa wajib ikut serta di dalamnya,” tegasnya.

Nana menambahkan, Harian KS sampai awal 2014 nanti baru akan berumur 1 tahun. Sebagai pendatang baru dalam bisnis media massa di Palembang, Nana mengaku perlunya jalinan erat dengan sejumlah kampus, termasuk dengan FDK IAIN RF Palembang. “Kita ini masih baru. Kita baru berumur 1 tahun pada tanggal tiga Januari 2014. Jadi kita memang sangat perlu menjaring kampus untuk pengembangan koran yang kami kelola. Secara kelembagaan kami terbuka untuk bekerjasama. Silakan belajar di Kabar Sumatera, semoga jalinan ini bukan sebatas magang praktik profesi tetapi juga bisa berkelanjutan. Siapa tahu diantara mahasiswa ada yang berminat menjadi wartawan, jika masuk dalam kualifikasi bisa kita akomodir,” tambahnya.

Sementara itu, Imron Supriyadi, Pemimpin Redaksi Harian KS menambahkan, ilmu jurnalistik merupakan ilmu seumur hidup. Sifat ilmu jurnalistik praktis aplikatif. “Berapa tahun Anda belajar teori kalau tidak pernah menulis, ilmu jurnalistik tidak akan memberi manfaat apa-apa. Oleh sebab itu praktik menulis menjadi kunci apakah Anda akan menjadi jurnalis atau tidak,” tegasnya.

Tentang tantangan sebagai wartawan, Imron yang juga alumnus Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang ini menambahkan, menjadi wartawan harus siap segalanya. Siap korban waktu, tenaga dan pikiran. “Jangan berpikir yang enak-enak dulu. Sebab diantara enaknya jadi wartawan juga ada susahnya, terutama ketika kita memburu narasumber, menggali informasi yang sulit. Belum lagi menjelaskan pekerjaan ini kepada keluarga. Tidak semua mudah memahami. Oleh sebab itu, pertimbangkan masak-masak sebelum masuk lebih dalam ke dunia wartawan,” tegasnya.

Selain Dekan FDK, hadir dalam acara itu, Wakil Dekan I, Ahmad Syarifudin, MA, Wakil Dekan III FDK, Drs Amin Sihabudin, M.Hum, dan sejumlah jajaran Dekanat FDK IAIN Raden Fatah Palembang.**

TEKS : AHMAD MAULANA

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster