Sengketa Lahan Masih Jadi PR

 299 total views,  2 views today

ilustrasi Sengketa Tanah

ilustrasi Sengketa Tanah

PALEMBANG, KS-Konflik lahan, masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan (Sumsel).  Hal ini terungkap dalam rapat Rapat Forum  Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Sumsel dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kab/Kota se Sumsel  2013 di Hotel Aryaduta, Palembang, Selasa (2/12).

Dalam rapat tersebut, tercatat sejumlah konflik lahan terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel misalnya, Muaraenim, Musi Rawas (Mura), Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ulu (OKU) serta kabupaten dan kota lainnya.

Hal itu terjadi menurut Bupati OI, H Mawardi Yahya karena belum adanya kejelasan masalah status lahan.  “ Tak hanya sengketa lahan, sengketa perbatasan antar daerah juga menjadi salah satu persoalan yang belum selesai. Sengketa lahan  selama ini, sering terjadi antar kabupaten,” kata Mawardi yang dibincangi usai rapat tersebut.

“Di OI, sengketa lahan yang terjadi utamanya sengketa di wilayah perbatasan. Kita sudah sepakat dengan Muaraenim, untuk tidak mengusahakan terlebih dahulu lahan yang masih bermasalah itu, tetapi masih ada pengusaha melakukan kegiatan,” jelasnya.

Memang sebut Mawardi, potensi pada areal lahan yang bermasalah itu cukup mendukung dalam meningkatkan pendapatan daerah. Tetapi karena masih sengketa, sehingga belum ada nilai tambah dalam bidang ekonomi. Oleh karena itu, gubernur dimintakan mencari solusinya.

Hal senada juga disampaikan Bupati OKU, Yulius Nawawi. Ia menyebut, permasalahan lahan di OKU mayoritas terjadi antara masyarakat dengan pihak perkebunan. Selain itu, juga terjadi sengketa lahan  di tapal batas antar kabupaten.

“ Di daerah kita,  masih banyak terdapat surat kepemilikan ganda pada lahan-lahan yang dimiliki masyarakat. Ini yang menjadi persoalan, dan sekarang terus digenjot untuk segera diselesaikan,” ujarnya.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin tidak menampik sengketa lahan masih menjadi PR yang harus diselesaikan oleh Pemprov Sumsel.  Menurutnya,  pemprov terus berupaya, dalam menyelesaikan kasus sengketa lahan yang dialami oleh sejumlah daerah di Sumsel.

Ia sebut Alex, akan lebih mengutamakan musyawarah dan mufakat, dalam menyelesaikan permasalahan sengketa tersebut. “Melalui rapat koordinasi forum pimpinan daerah ini, diharapkan dapat dicarikan jalan keluar,” ucapnya.

Berapa banyak sengketa lahan yang terjadi di Sumsel? Alex belum bisa menyebutkannnya. “Berapa rincian jumlah, yang mengalami sengketa itu belum bisa saya sebutkan. Yang jelas sengketa lahan ini, kebanyakan antara pihak warga dengan perusahaan dan tapal batas,” tegas Alex.

TEKS              : IMAM MAHFUDZ ALI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster