Perbaikan Pasar Kuto Tak Kunjung Tuntas

 1,063 total views,  2 views today

Ilustrasi Pasar

Ilustrasi Pasar

*Pedagang Mengaku Merugi

PALEMBANG, KS-Perbaikan Pasar Kuto, hingga saat ini tak kunjung terwujud. Padahal pasar tersebut, sudah sempat atapnya sudah dibongkar dan dibiarkan terbuka. Akibatnya saat hujan, pasar tersebut kebanjiran.

Kondisi ini, dikeluhkan oleh pedagang di Pasar Kuto. Ketua Paguyuban Pasar Tradisional Kuto Palembang, Andi berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, segera menyelesaikan perbaikan Pasar Kuto.

“Banyak pedagang di Pasar Kuto yang kecewa, karena rencana pemkot untuk memperbaiki pasar tidak kunjung terwujud, apalagi semenjak pembongkaran atap pasar, dan sampai sekarang belum di ganti, akibatnya pasar ini langganan banjir ketika hujan,” kata Andi, saat dibincangi di Pasar Kuto, Senin (2/12).

Andi mengatakan, saat Wali Kota Palembang dijabat Eddy Santana Putra, revitalisasi pasar tersebut direncanakan dilakukan oleh pihak swasta. Namun saat orang nomor satu di metropolis berganti di bawah kepemimpinan Romi Herton, revitalisasi pasar tersebut dihentikan, karena perbaikannya diambil alih oleh pemkot.

“Sebelum Ramadan lalu, pihak swasta yang awalnya melakukan revitalisasi pasar ini sudah membongkar atap, kemudian diganti dengan rangka baja. Namun belum selesai pengerjaan, sudah di stop duluan oleh pemerintah,” jelasnya.

Akibat terhehentinya pengerjaan tersebut, berimbas kepada pedagang. Karena apabila hujan, pasar tersebut akan dibanjiri air, yang disebabkan atap yang sudah banyak di bongkar. “Kami berharap kepada pemkot, untuk segera meninjau pasar ini. Dengan begitu mereka bisa mengetahui kodisi Pasar Kuto, saat  ini,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang pakaian di Pasar Kuto, Fhadillah mengaku, jika kondisi Pasar Kuto tersebut dibiarkan terus menerus seperti saat ini, dipastikan kerusakan di pasar tersebut akan semakin banyak akibat genangan air.

“Saya tidak tahu kenapa, perbaikan yang sempat dilakukan dihentikan. Harusnya pemkot jangan perbaiki pasar,  jika memang tidak mampu memperbaiki. Kalau seperti ini, kan kami juga yang harus merugi,” ucap ibu yang sudah berdagang di pasar tersebut, selama 20 tahun ini.

Tak kunjung diperbaikinya pasar tersebut menurut Fhadillah,  membuat sejumlah pedagang berpikir negatif. Menurutnya, jangan-jangan pemerintah berencana mengusir pedagang di Pasar Kuto,  secara halus.  “Yang kami rasakan seperti itu, tapi mudah-mudahan saja tidak seperti itu. Kami harapkan masalah ini cepat diselesaikan,” ucapnya.

Hal senada juga diutarakan pedagang lainnya, Hasimah (42). Ia menyebut,  perbaikan pasar tersebut segera dilakukan dan jangan dilakukan berlarut-larut. Jika itu dilakukan menurutnya, sama saja pemerintah menzalimi pedagang.

“Kami disini, sudah bayar retribusi, baik itu retribusi harian, bulanan dan tahunan. Setiap hari saya bayar retribusi Rp 11 ribu, sementara untuk bulanan Rp 35 ribu sedangkan tahunannya Rp 110 ribu.  Harusnya dengan retribusi itu, kami mendapatkan fasilitas yang layak untuk berdagang, bukan seperti sekarang yang selalu kebanjiran saat hujan. Ini membuat pembeli jadi sepi,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster