Mengayuh Bumi di Haluan Negeri

 317 total views,  2 views today

Oleh:Rinaldi Syahril Jurnalis Palembang

Rinaldi Syahril
Jurnalis Palembang

Mengayuh Bumi di Haluan Negeri

PT PUPUK SRIWIDJAJA—USAI BERTUKAR NAMA MENJADI PT PUSRI PALEMBANG KIAN LEKAS BERGEGAS MENGAYUH BUMI. SEKALI TAKTIK POPULER DISUSUN, PERSEROAN INI PUN MAKIN PERKASA MENYISIR HALUAN NEGERI.

SUNGGUH memukau eja-an Pupuk Urea dan Palembang-Indonesia di kemasan serupa goni itu. Bukan cuma padat bentuknya. Tulisan ini menyimpan segudang jejak kejayaan sumber daya alam di Bumi Sriwijaya.

Agaknya PT Pusri Palembang telah dijajal negara Asia. Mampukah, PT Pusri Palembang menahan gelombang di sumadera lepas? Jawabannya PT Pusri Palembang tertantang jejak Kerajayaan Sriwijaya.

Meniti ke masa lalu—abad ke-7 berdiri kerajaan maritim yang sangat kuat yang bernama Sriwidjaja. Kerajaan ini memulai kekuasaannya di Pulau Sumatera dan terus membentangkan kekuatannya dari Sumatera ke Jawa, pesisir Kalimantan sampai Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, sebagian kawasan Indo Cina, dan telah melakukan perdagangan luas dengan India dan daratan Cina. Kerajaan ini terniang sampai ke penjuru dunia  dan menguasai kawasan Samudera Hindia.

Pada Bahasa Sansekerta, Sri adalah ‘bercahaya’ atau ‘gemilang’, dan Widjaja berarti ‘kemenangan’ atau ‘kejayaan’. Secara penuh, nama Sriwidjaja menyimpan arti “Kejayaan atau Kemenangan yang Gilang-Gemilang”. Kerajaan Bahari ini amat berkuasa dan berpengaruh dan dipimpin oleh raja-raja keturunan dinasti Syailendra.

Berlayar PT Pusri Palembang seperti angin yang tak akan pernah berubah arah. Dengan segala strategi yang dipunyai, PT Pusri bagaikan dilempar ke sebuah titik di samudera lepas yang tak bertepian. Seiring visi menjadi perusahaan pupuk terkemuka tingkat nasional, PT Pusri Palembang fokus pada misi memproduksi serta memasarkan pupuk dan produk agribisnis secara efisien, berkualitas prima, dan memuaskan pelanggan. Walhasil, perusahaan ini menekankan makna yaitu Pusri untuk kemandirian pangan dan kehidupan yang lebih baik.

Namun begitu, hingga detik ini sejarah telah melukiskan bahwa PT Pusri Palembang adalah perusahaan yang berdiri selaku pelopor produsen pupuk urea di Indonesia, persisnya 24 Desember 1959 di Palembang. Operasional perusahaan ini mempunyai tujuan pokok melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional, khususnya industri pupuk dan kimia lainnya.

Gelombang PT Pusri Palembang bak menebah dermaga hingga terapung di permukaan Sungai Musi. Sejarah panjang Pusri yang berpuluh-puluh tahun membuktikan kemampuan dan komitmennya untuk mengabdi di negeri ini. Selaku produsen pupuk nasional, Pusri juga mengemban tugas dalam melaksanakan usaha perdagangan, pemberian jasa dan usaha lain yang berkaitan dengan industri pupuk.

Dikala menuai distribusi, PT Pusri Palembang bertanggung jawab memasarkan pupuk bersubsidi kepada petani sebagai bentuk pelaksanaan Public Service Obligation (PSO). Juga penjualan pupuk urea non subsidi sebagai pemenuhan kebutuhan pupuk sektor perkebunan, industri maupun ekspor menjadi bagian aktivitas perusahaan lainnya di luar PSO.

Krisis keuangan global yang berimbas pada lemahnya ekonomi global, sehingga pasar selaiknya tak per kuatir, sebab pertumbuhan Foreign Direct Investment maupun ekspor beberapa waktu terakhir merendah. Sehingga membuat negeri ini tak terlampau bergantung pada luar.

Di tengah—yang belum sebentuk ujungnya menyurutkan ritme pembangunan jadi realistis. Begitu laiknya, PT Pusri Palembang pun menyusun langkah-langkah saat tantangan menghujam. Saat harga dan pasar terombang-ombing, PT Pusri Palembang mendorong kegiatan ekspor. Pupuk urea, misalnya, sedari periode Januari hingga September 2013, PT Pusri Palembang memeroleh sedikitnya pendapatan sebanyak Rp 600 miliar. Efek dominonya adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara ini berhasil mengekspor sebanyak 144.640 ton urea ke penjuru Asia.

Bagai tali pusaran yang tersohor di batu kali yang jernis. Ungkapan ini agaknya mengisyaratkan PT Pusri Palembang juga meminang aneka strategi.  Demi produksi, perseroan ini telah bersefakat menambah titik-titik ‘rumah produksi’ atau pabriknya.

Sekalipun krisis telah ‘menggongong’ negeri ini, namun PT Pusri Palembang tetap berkiat menepis segala rupa-rupa badai yang menerjang.

Lihat saja, dengan empat pabrik yang dipunyai, total kapasitas produksi terpasang di PT Pusri Palembang melambung ke angka 2,262 juta ton pupuk urea per tahunnya. Total angka itu bisa mencukupi pupuk masyarakat petani—baik perkotaan maupun pelosok desa di dalam negeri. Satu pabrik saja mampu menghasilkan produksi skala 457.500 ton per tahun. Dengan sejuta akal, PT Pusri Palembang bahkan menyatakan kesiapan untuk mewujudkan angka produksi sebanyak 2,61 juta ton pada 2015 nanti.

Aroma pupuk yang dicetak PT Pusri Palembang (Masih) tercium harum di sekitar kita.  Ini tampak dari ketersedian pupuk Urea yang terus dijaga dengan baik. Silakan memakai pupuk yang diproduksi PT Pusri Palembang. Kalimat ini pun pantas dibisikkan terhadap masyarakat sebab stok dijamin cukup. Dan, stok itupun sangatlah cukup untuk memenuhi keperluan masyarakat yang bermukim di sembilan provinsi yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Memotret Rapor Pusri

Program Gerakan Peningkatan Produktivitas Pangan Berbasis Korporasi dikenal GP3K diluncurkan sejak Mei 2011. Untuk menyukseskan program itu, Perum Perhutani, PT Sang Hyang Seri, PT Pusri Palembang (Holding), dan PT Inhutani berbaur di gerakan tersebut. Itu artinya PT Pusri Palembang  pun bersiap mewujudkan target ketahanan pangan nasional surplus 10 juta ton beras nasional selama rentang 2011 hingga 2015.

Maka, jika petani yang menyiapkan lahan sekaligus penggarap, maka BUMN mengawal serta menyertakan modal kerja untuk si masyarakat petani. Ada varietas benih, pupuk, ataupun pestisida.

Nyanyian kepak sayap PT Pusri Palembang untuk mengebrak program ini bersambut cukup sepadan. Dengan tempo yang singkat, PT Pusri Palembang sukses mempertebal angka produksi dari rata-rata 4,65 ton gabah kering giling (GKG) menjadi 8 ton GKG di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur pada 2011. Kali ini sebuah keperkasaan PT Pusri Palembang terbaca jelas demi petani negeri.

Tanda mata PT Pusri Palembang sesungguhnya tak pernah benar-benar mati. Buah fakta di OKU Timur pun menyebar diberbagai daerah Bumi Sriwijaya. Perusahaan ini bahkan melancarkan GP3K ke Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Musirwas, dan wilayah kabupaten/kota lainnya.

Selanjutnya menghemat gas demi operasi. Itulah yang coba diterapkan PT Pusri Palembang. Walhasil, Pusri berhasil mengefisienkan listrik sebanyak 2 Mega Watt.

“Gas harganya makin tinggi USD 5,6 per MMBTU dan sulit didapat. Sebelum pengefisienan, tenaga listrik yang digunakan pabrik, perkantoran dan perumahan mencapai 36 MW. Namun kini sejak efisiensi berkurang menjadi 2 MW menjadi 34 MW. Tadinya 36 Mega sekarang 34 Mega,” demikian cetus Bob Indiarto General Manajer Pengendalian Pabrik Keselamatan Kerja Dan Lingkungan (P2K2L) PT Pusri, pekan ke-1 Oktober 2013 lalu.

Cerita Bob, sekarang ini pabrik Pusri yang dioperasikan usianya cukup tua. Dari Pusri 1, 2, 3, 4 yang paling muda itu Pusri 1B. Pusri 2 itu tahun 1974, jadi sudah hampir 40 tahun. Kemudian Pusri 3, Pusri 4, tahun 1976-1977 sudah cukup cukup tua sekali.

“Pastinya, untuk merawat dan mengoperasikan pabrik itu perlu tenaga yang handal yang tidak hanya diperoleh dari pengalaman saja,” ucapnya. (*)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster