Komunitas Seni 501 Unjuk Kebolehan

 438 total views,  2 views today

Ical Werisaba sang sutradara

Ical Werisaba sang sutradara

PALEMBANG KS-Selama dua hari Komunitas Seni 501 Palembang mengadakan pentas teater di Graha Budaya Jakabaring Palembang. Pada kesempatan ini, Komunitas Seni  501 Palembang mengambil cerita yang berjudul BUNTUNG yang diadaptasi dari Malam Jahanam karya Montiggo Busje.

Antusias penonton sangat terlihat dari pertunjukkan teater ini. Terbukti selama dua hari ratusan penonton memadati graha teater tersebut. Pertunjukkan teater ini ditonton dari berbagai kalangan, seperti pecinta seni teater, komunitas teater, mahasiswa, juga tak ketinggalan para pelajar yang ada di Kota Palembang.

Menurut  Ical Wrisaba, sutradara, cerita yang digarap kali ini mengenai ”perselingkuhan” yang banyak terjadi pada saat ini. Walaupun sesungguhnya perselingkuhan sudah ada sejak dahulu. Akan tetapi, menurutnya, sekarang ini lebih canggih bentuknya.

Ditambahkannya, pertunjukkan teater ini  merupakan pemanasan sebelum tampil dalam ajang Kala Sumatera di Provinsi Lampung yang dihadiri 10 provinsi pada Desember ini.

Lanjutnya, Kala Sumatera  itu sendiri merupakan pertemuan teater yang ada di seluruh Pulau Sumatera. Namun sejak 2012 Kala Sumatera ditambah dari luar Sumatera agar mendapatkan ilmu baru dari teater luar Pulau Sumatera.

“Teater-teater yang ada di Pulau Jawa sudah diakui kualitas pementasannya,” tutur pria kelahiran Lampung ini. Tujuannya Kala Sumatera itu sendiri agar kelompok teater-teater yang ada di Sumatera bisa sebagus teater yang ada di Pulau Jawa. Maka sebelum pentas diadakan workshop.

Komunitas Seni  501 Palembang telah tiga kali mewakili Palembang untuk ajang Kala Sumatera ini. “Untuk itulah kita mengadakan pentas teater ini, dengan harapan kita mendapat masukan yang berharga dari para penikmat teater sebelum kita tampil di ajang yang lebih besar, “ ujar mahasiswa STIA ini.

Masih menurut Ical, ke depan teater  yang dipimpinnya ini akan mementaskan wayang Wong Palembang pada April tahun depan dan Pagelaran Musikal di tahun yang sama.

“Untuk Pagelaran Musikal itu sendiri, masih perlu persiapan yang matang lagi, sekitar delapan sampai sembilan bulan lagi agar lebih maksimal untuk dipentaskan,” ujarnya penuh semangat.

TEKS : DARWIN EFFENDI

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster